KETUA YAYASAN PEUSANGAN RAYA (YAPERA) ACEH MINTA KEPADA PEMERINTAH INTERNET GRATIS UNTUK PENDIDIKAN DARING

KETUA YAYASAN PEUSANGAN RAYA (YAPERA) ACEH MINTA KEPADA PEMERINTAH INTERNET GRATIS UNTUK PENDIDIKAN DARING

Berita Daerah 0 Comment 167

BIREUN, GemantaraNews.

Ketua Yayasan Peusangan Raya Aceh (YAPERA) Aan Safwandi,S.Kom meminta Pemerintah Indonesia memberikan fasilitas internet gratis pendidikan. Tujuannya, agar selama penerapan pendidikan dalam jaringan (Daring) semasa ancaman Corona Virus Diseases (Covid-19) ini, memungkinkan masyarakat kurang mampu dapat mengikuti proses belajar-mengajar secara tenang dan nyaman.

Aan Safwandi,S.Kom menyebut, Sejak Indonesia ditetapkan sebagai salah satu negara yang sebagian rakyatnya diduga terinfeksi COVID-19, beberapa sektor pembangunan, termasuk sektor pendidikan, ditempuh kebijakan yang bersifat khusus. Di Provinsi Aceh, lembaga pendidikan seperti sekolah dan madrasah pada semua jenjang, baik umum dan agama, hingga perguruan tinggi, telah diinstruksikan untuk ditiadakan proses belajar-mengajarnya sementara waktu. Tujuannya, untuk mengefektifkan upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 tersebut, katanya.

Aan Safwandi,S.Kom juga mengatakan, sejak dua minggu lalu anak-anak peserta didik tidak boleh ke sekolah lagi. Namun, proses belajar-mengajar antara guru dan murid tetap berlangsung melalui peralatan komunikasi dengan bantuan media. Di antaranya memanfaatkan jejaring medsos seperti WA, Messenger, FB, dan lainnya. “Meskipun masih harus diuji efektivitasnya, inilah yang sedang berlangsung dan kondisi ini dapat dimaklumi bersama”, imbuhnya.

Aan Safwandi,S.Kom melihat, bagi anak-anak yang orang tuanya berkemampuan menyediakan akses secara mandiri, semisal Indihome atau lainnya, tidak menjadi persoalan. Anak akan bisa berselancar dengan mudah, tanpa kendala. Namun, kendala terjadi bagi anak-anak yang orang tuanya kurang mampu, atau tidak dapat menyediakan jaringan komunikasi di rumah.

“Tentu ini menjadi persoalan. Hasil pengamatan Kami, mereka agak kesulitan dalam membeli paket kuota tertentu untuk kebutuhan proses belajar-mengajar tersebut. Apalagi, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja masih sulit. Kita tentu tidak berharap, jika penghasilan yang diperoleh orang tuanya itu hanya cukup membeli paket pulsa anak-anaknya, sementara keluarga mereka sendiri terpaksa menahan lapar dan dahaga”, ujarnya.

Karena itu, untuk mengatasi situasi sulit, terutama dalam 1-2 bulan ini, Aan Safwandi,S.Kom berharap Pemerintah, dalam hal ini Presiden RI, mengeluarkan kebijakan menggratiskan akses layanan Internet kepada masyarakat kurang mampu. Khususnya yang anggota keluarganya berstatus peserta didik, sehingga memungkinkan mereka (murid/siswa) dapat mengikuti proses belajar-mengajar dengan penuh ketenangan dan kenyamanan.

”Layanan gratis internet ini pun hanya berlaku khusus untuk masa darurat ini saja”, menurut Aan Safwandi,S.Kom.
(Raja)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top