KETUA LSM BARIS AKAN SURATI PROYEK PENINGKATAN JALAN DI DESA SEI TAMPANG DI DUGA ASAL SIAP

KETUA LSM BARIS AKAN SURATI PROYEK PENINGKATAN JALAN DI DESA SEI TAMPANG DI DUGA ASAL SIAP

Berita Daerah 0 Comment 44

LABUHANBATU

Gemanatranews.com – Ketua DPD LSM BARIS (barisan rakyat Indonesia Satu) Labuhanbatu , Ramses Sihombing yang mengkritisi Proyek APBD menyampaikan bahwa pekerjaan Proyek yang Berbentuk fisik seharusnya tepat Anggaran , tepat guna dan tepat sasaran . Namun menyikapi pekerjaan Proyek yang di desa Sei tampang,diduga asal siap Nanti kita akan turun Investigasi ke lokasi pekerjaan Proyek juga akan menyurati kejaksa TP4D dan bila perlu Kami akan Laporkan juga hal itu ke TIPIKOR, mengingat kejanggalan yang telah di pantau awak Media.

Ramses juga menambahkan: Seharusnya Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu sebagai pengguna jasa Anggaran harus mengawasi dan mengepaluasi kembali pekerjaan pembangunan hasil pantauan awak media dengan alasan dana yang dikucurkan ratusan juta Rupiah pekerjaan penyedia Jasa . Apalagi saat ini APBD Labuhanbatu sedang diluncurkan dalam bentuk pekerjaan Proyek fisik sampai daerah pantai anggaran tahun 2019.

Proyek lanjutan peningkatan jalan Desa Sei Tampang, Dusun Gerak Tani, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara dikerjakan oleh CV. Asasir Jaya dengan menelan anggaran sebesar Rp.679.000.000 (Enam Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah) bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019.

Berdasarkan hasil Investigasi di lapangan, Selasa (21/11/2019) pengerjaan Proyek peningkatan jalan di Dusun Gerak Tani yang seharusnya menggunakan batu ukuran 2/3 (2×3) namun diduga batu yang digunakan tidak sesuai dengan rujukan keharusan sesuai dengan Bestek.

“coba lae lihat sendiri, ngeri kali kan lae cara pengerjaannya, tampak sesuka hati mereka saja mengerjakan peningkatan jalan tersebut. Apa mereka anggap warga sini gak paham,” ucap Darwin Situmeang warga Desa Sei Tampang tersebut kepada awak media.

“Sebaiknya, perusahaan itu sejak mulai awal bekerja tetap harus didampingi konsultan dan tenaga ahli yang di sesuaikan dengan yang ada didokumen penawaran sehingga menang dalam tender proyek”, ujarnya.

Selain itu, memperhatikan kualitas proyek sejak dimulai penghamparan batu atau lapisan bawah sampai kepada masa waktu pematangan lahan harus lebih teliti dan paham.

Julpan Siregar kepala tukang saat di konfirmasi media di lokasi peningkatan jalan bangunan tersebut mengatakan, “kalau masalah batu ini diduga adalah permintaan masyarakat pak, sebab masyarakat tidak mau jika yang di buat batu halus sehingga diturunkan batu ukuran 3/5 (3×5) ucap, Julpan Siregar.

Lanjut saat tim bertanya, apakah batu petrun pecah yang di temukan di lokasi peningkatan jalan ini sudah sesuai Rab?? Sesungguhnya bila berdasarkan Rab/bestek seharusnya mengunakan ukuran batu ukuran (2×3) bang ucap Julpan.
Pantauan media dilapangan bahan yang di gunakan diduga batu petrun pecah sehingga masyarakat tidak terima dan meminta batu lebih besar.

Sawal di Dinas PUPR (Pekerjaan umum dan Penataan Ruang) saat diminta tanggapannya tentang pekerjaan yang dimaksud Red melalui WhatsApp nya tidak membalas, sampai berita ini akhirnya dinaikkan redaksi.

(tim/ed. Rudi p)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top