KETUA LSM BARIS AKAN SURATI PEKERJAAN PENINGKATAN BADAN JALAN DIDUGA TIDAK BERKUALIATAS DI PADANG MATINGGI

KETUA LSM BARIS AKAN SURATI PEKERJAAN PENINGKATAN BADAN JALAN DIDUGA TIDAK BERKUALIATAS DI PADANG MATINGGI

Berita Daerah 0 Comment 161

LABUHANBATU, GemantaraNews

Ketua DPD LSM BARIS (barisan rakyat Indonesia Satu) Labuhanbatu , Ramses Sihombing yang mengkritisi Proyek APBD menyampaikan bahwa pekerjaan Proyek yang Berbentuk fisik seharusnya tepat Anggaran , tepat guna dan tepat sasaran . Namun menyikapi pekerjaan Proyek yang di Pekerjaan Proyek Lanjutan Peningkatan Jalan Ruas Padang Matinggi. Nanti kita akan turun Investigasi ke lokasi pekerjaan Proyek juga akan menyurati kejaksa TP4D dan bila perlu Kami akan Laporkan juga hal itu ke TIPIKOR, mengingat kejanggalan yang telah di pantau awak Media.

Ramses juga menambahkan: Seharusnya Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu sebagai pengguna jasa Anggaran harus mengawasi dan mengepaluasi kembali pekerjaan pembangunan hasil pantauan awak media dengan alasan dana yang dikucurkan Milyaran Rupiah pekerjaan penyedia Jasa . Apalagi saat ini APBD Labuhanbatu sedang diluncurkan dalam bentuk pekerjaan Proyek fisik sampai daerah pantai anggaran tahun 2019.

Pekerjaan lanjutan peningkatan jalan ruas Padang matinggi, suka makmur kecamatan Rantau Utara sudah hampir dua Minggu dikerjakan. Dana proyek ini bersumber dari dana APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) Labuhan batu, sebagai kontraktornya CV.DIAN TASYA, nilai kontrak yang terpampang dipapan informasi 1.204.350.100.

Dilokasi pekerjaan bangunan para pekerja berasal dari warga Kuala Tanjung untuk pemasang batu Padas dan adonan semen yang diaduk untuk dipakai membuat saluran air drainase sepanjang lebih kurang 700 meter

Ia bang, kami disini sebagai pekerja (Wawan) terhadap wartawan saat di konfirmasi dilokasi pekerjaan. 18 orang warga Kuala Tanjung bang, Ada tukang pasang batu,ada juga kernet untuk mengaco semen, pasir katanya.

Wawan menjelaskan kalau ukuran saluran drainase yang dikerjakannya Tinggi 50cm, Tebal topi 20cm, lantai bawah10cm, bidang paret atas 60cm, bidang paret bawah 30cm. Ketebalan plester 1-2 cm, sambil mengukur dengan meter.

Pantauan wartawan dilokasi pekerjaan pemasangan batu Padas dan campuran pasangan semen, pasir juga air yang digunakan untuk diaduk dengan semen sebagai pengikat batu dipertanyakan.

Diduga bangunan ini tidak berkwalitas dan kurang mutu, dan tidak tahan lama.
Terlihat pasir kotor tidak diayak, tidak memakai lantai kerja atau lantai dasar pemasangan batu Padas, batu Padas disusun duluan baru celah celah antara batu Padas yang disusun ditempelkan semen dan pasir yang sudah diaduk. Pasangan semen diduga tidak memiliki mutu sehingga bangunan berpotensi ambruk/tumbang terbawa air mengalir.

Roji warga Kuala Tanjung juga menjelaskan pekerjaannya sebagai kernet bangunan, untuk pasangan batu 3 angkong pasir, 1 cak semen 40kg, kalau untuk pelesteran pasangan semen 1 cak/40kg, pasir 2.5 angkong dan
untuk menghalus, semen dicampur air secukupnya, kata roji.

Tempat yang sama, ditanya tentang pengawasan kerja dan kepala tukang.
Siapa kepala tukangnya bang,.?? Jul pak orang Kuala Tanjung, dia pergi ke danau balai ada kerjanya kata roji. Apa pekerjaan ini diawasi oleh dinas atau kontraktornya,.?? Kami bekerja disini sudah 2 Minggu,seingatku cuman tiga kali datang pengawas,itupun sore, kata Wawan jawab wartawan.

Sawal didinas PUPR (Pekerjaan umum dan Penataan Ruang) saat diminta tanggapannya tentang pekerjaan yang dimaksud Red melalui WhatsApp nya tidak membalas, sampai berita ini dinaikkan redaksi.
(tim/ agus ch.biro sumut)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top