KETUA GEMANTARA LABUHAN BATU ANGKAT BICARA” PROYEK DINAS PUPR PEKERJAAN JALAN DI PADANG MATINGGI DI DUGA TIDAK BERKUALITAS

KETUA GEMANTARA LABUHAN BATU ANGKAT BICARA” PROYEK DINAS PUPR PEKERJAAN JALAN DI PADANG MATINGGI DI DUGA TIDAK BERKUALITAS

Berita Daerah 0 Comment 166

LABUHANBATU, GemantaraNews

Pekerjaan lanjutan peningkatan jalan ruas Padang matinggi,suka makmur kecamatan rantau Utara sudah hampir dua Minggu dikerjakan.
Dana proyek ini bersumber dari dana APBD(anggaran pendapatan belanja daerah) Labuhan batu, sebagai kontraktornya CV.DIAN TASYA, nilai kontrak yang terpampang dipapan informasi 1.204.350.100.

Dilokasi pekerjaan bangunan para pekerja berasal dari warga Kuala Tanjung untuk pemasang batu Padas dan adonan semen yang diaduk untuk dipakai membuat saluran air drainase sepanjang lebih kurang 700 meter

Ia bang,kami disini sebagai pekerja akunya Wawan terhadap wartawan saat di konfirmasi dilokasi pekerjaan.
Kami disini ada 18 orang warga Kuala Tanjung. Ada tukang pasang batu,ada juga kernet untuk mengacu semen dan pasir katanya.

Wawan menjelaskan kalau ukuran saluran drainase yang dikerjakannya Tinggi 50cm,Tebal topi 20cm, lantai bawah10cm, bidang paret atas 60cm, bidang paret bawah 30cm. Ketebalan plester 1-2 cm, sambil menarik meterannya mengukur.

Ketua Ekbang Gema Nusantara Labuhanbatu Chandra Sirait SH angkat bicara meminta agar pihak PPK dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pelaksana tugas di lapangan agar lebih memaksimalkan dalam tahap pengawasan sehingga diduga tidak asal jadi.

Aturan yang dikeluarkan dinas terkait tentang bagaimana seharusnya bahan meterial yang dibutuhkan atau dipasang sudah jelas tertera, sehingga kitak berharap tidak akan melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Lanjut, Pemerintah dan Perpres Nomor 54 tahun 2010 pasal 18, diatur jika panitia atau pejabat penerima hasil pekerjaan antara lain mempunyai tugas pokok dan wewenang melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan pengadaan Barang dan Jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

Pantauan wartawan dilokasi pekerjaan banyak kejanggalan pemasangan batu Padas dan campuran pasangan semen,pasir,dan air yang digunakan untuk kacoan semen sebagai pengikat batu Padas.

Diduga bangunan ini tidak berkwalitas dan kurang mutu, dan tidak tahan lama untuk dinikmati warga labuhan batu.
Terlihat pasir kotor tidak diayak, tidak memakai lantai kerja atau lantai dasar pemasangan batu Padas, batu Padas disusun duluan baru celah celah antara batu Padas yang disusun ditempelkan semen dan pasir yang sudah diaduk. Pasangan semen diduga tidak memiliki mutu sehingga bangunan tidak lama bertahan sehingga ambruk/tumbang terbawa oleh air.

Roji warga Kuala Tanjung juga menjelaskan pekerjaannya sebagai kernet bangunan,untuk pasangan batu 3 angkong pasir, 1 cak semen 40kg, kalau untuk pelesteran pasangan semen 1cak/40kg, pasir 2.5 angkong dan
untuk menghalus, semen dicampur air secukupnya,kata roji.

Ditempat yang sama, ditanya tentang pengawasan kerja dan kepala tukang.
Siapa kepala tukangnya bang,.?? Pak Jul pak orang Kuala Tanjung, dia pergi ke danau balai ada kerjanya kata roji. Apa pekerjaan ini diawasi oleh dinas atau kontraktornya,.?? Kami bekerja disini sudah 2 Minggu,seingatku cuman tiga kali datang pengawas,itupun sore, kata Wawan jawab wartawan.

Sawal didinas PUPR (Pekerjaan umum dan Penataan Ruang) saat diminta tanggapannya tentang pekerjaan yang dimaksud Red melalui WhatsApp nya tidak membalas, sampai berita ini dinaikkan redaksi.

(sum.Tim/ed. Yogi K M)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top