KETUA DPRD KAB BOGOR, MANTAN TUKANG OJEG YANG TEGAS, DISIPLIN, DAN ETOS KERJA TINGGI

KETUA DPRD KAB BOGOR, MANTAN TUKANG OJEG YANG TEGAS, DISIPLIN, DAN ETOS KERJA TINGGI

Politik 0 Comment 85

KAB.BOGOR, GemantaraNews

Setelah di amanahkan oleh Partai dengan raihan kursi terbanyak di Bumi Tegar Beriman, Gerindra untuk menduduki kursi Ketua DPRD Kabupaten Bogor masa bakti 2019-2024, Rudy Susmanto resmi dilantik pada Rabu, 11/9/2019 di hadapan sidang paripurna di ruang rapat paripurna DPRD Kab Bogor.

Setelah menjabat, Rudy langsung berusaha beradaptasi dengan anggota DPRD Kab Bogor lainnya dan selalu menjunjung etos kerja tinggi, dedikasi, disiplin dan prinsip kebersamaan antar anggota DPRD. Rudy dikenal sebagai politisi yang cerdas, tegas dan lurus oleh sahabat-sahabatnya sesama anggota DPRD, dia beberapa kali memperlihatkan ketegasan terhadap lembaga yang diawasinya yaitu eksekutif dengan beberapa kali memperingati SKPD yang tidak taat aturan sehingga berimbas pada tidak maksimalnya pelayanan kepada masyarakat dan lemahnya serapan anggaran, sampai di salah satu media beliau pernah berkomentar terkait lemahnya anggaran; PECAT SKPD YANG TIDAK BISA KERJA.

Sosok Rudy juga dikenal sangat aspiratif ketika berbicara kepentingan masyarakat luas, terakhir Rudy menerima perwakilan calon DOB Bogor Barat dan langsung membuat dan mengirimkan surat rekomendasi ke Bupati untuk mempersiapkan anggaran persiapan pembangunan ibukota Bogor Barat di Cigudeg, dengan catatan anggaran ini baru bisa digunakan ketika moratorium di cabut, setidaknya persiapan anggarannya sudah di plot dan inilah bukti keseriusan dirinya sebagai MUSPIDA dalam mendukung pemekaran Bogor Barat.

Terkait anggaran pun di beberapa point sering disoroti oleh Rudy, terakhir karena ada kesalahan tulis oleh salah satu pewarta yang padahal diberitakan di media lain pada saat yang sama beritanya valid, Rudy menjawab pertanyaan wartawan terkait anggaran besar di Sekretariat Daerah (Setda) Kab Bogor sebesar 183M, dia menyatakan itu wajar saja karena ada anggaran calon ibukota DOB di masukkan sebesar 40M, yang disoroti ternyata ada sewa tenda dan piring sebesar 50jt an yang menurut dia daripada sewa lebih baik beli sehingga bisa di pakai ulang dan menjadi asset dinas.

Ketika di wawancarai oleh salah satu pengamat budaya Kabupaten Bogor, Djajas Djasepudin, di medio Agustus dan sempat dituangkan di Kompasiana, Menurut Rudy, baik-buruknya anggota DPRD dalam masa baktinya akan menjadi sejarah bumi Tegar Beriman.

“Iya atuh Kang, jika sekadar jadi anggota Dewan doang mah, gak ada yang diperbuat ngapain repot-repot nyaleg. Sayang atuh kepercayaan yang diberikan rakyat. Gerindra khususnya saya pribadi berusaha sekuat tenaga untuk amanah. Maka dari itu saya, atau kami pun butuh dukungan berbagai pihak agar fungsi DPRD benar-benar berpihak kepada kepentingan publik,” Kata Rudy yang saya temui di Nasional Polo Club, Ciriung, Cibinong.

Salah satu aktivitas Rudy adalah mengelola Polo Club. Dia menjadi manajer di area tempat latihan olah raga polo dan golef di kawasan Cibinong, Bogor. Tak hanya itu, Polo Club pun kerap dijadikan sarana latihan sepak bola oleh anak-anak dari berbagai klub. Salah satunya klub sepak bola Cibinong Poetra (Cipoet) yang dibina oleh Supoyo, seorang guru SMP Negeri 2 Cibinong yang turut andil mencetak bibit-bibit sepak bola nasional.

Di Surakarta atau Solo, masyarakat mengenalnya dengan sebutan Solo itulah, sebagian masa hidup Rudy dihabiskan. Karena orang tuanya adalah prajurit atawa Tentara Nasional Indonesia (TNI), maka Rudy yang juga keturunan Bandung dan Majalengka itulah menghabiskan masa pendidikannya di Kota Solo.

Di Solo juga Rudy sempat menjadi tukang ojeg motor dan berdagang kembang untuk membantu orang tuanya dalam segi ekonomi. Itu murni keinginan Rudy agar bisa mandiri dan tetap bersosialisasi dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Ya ngojeg motor, ya dagang kembang, ya sekolah, saya jalani dengan ikhlas. Alhamdulillah, pendidikan kelar, meski sedikit bisa membantu keluarga, dan terpenting persaudaraan dengan masyarakt Surakarta, khususnya warga Kartasura tetap terjalin hingga sekarang. Alhamdulillah juga, sikap mandiri sejak anak-anak dan remaja, terbawa hingga sekarang. Malah, sejak mengenal Pa Prabowo, sikap itu makin menguat,” Kata Rudy yang sempat bekerja di perusahaan di bawah NASA.

Kemandirian itu pula yang menyebabkan Rudy tidak mau asal jadi legislatif. Rudy tidak mau menjadi wakil rakyat hanya datang, duduk, diam, dan dapat duit.

“Tidak, saya tidak mau menjadi Dewan yang hanya diam di zona nyaman. Sementara rakyat dirundung kesusahan. Saya ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Masyarakat Bogor khususnya, Indonesia pada umumnya.,” Kata Rudy (Kompasiana, Djadjas Djasepudin, 27 Agustus 2019)

Memang hari ini harapan besar masyarakat tertumpu pada para wakil rakyatnya yang berjuang di DPRD, harapan mereka hanyalah wakil mereka mampu menjadi penyeimbang dan dengan benar melakukan fungsi pengawasannya kepada Pemerintah Daerah agar program-program yang berpihak kepada masyarakat harus di prioritaskan dan teliti ketika melihat ada program yang kurang manfaat harus dikurangi dan dialihkan ke program lain yang lebih bermanfaat.

Semoga dengan komitmen, disipilin dan etos kerja tinggi dari para Anggota DPRD Kabupaten Bogor dibawah pimpinan Rudy Susmanto akan mendorong perbaikan-perbaikan program kerja PemKab Bogor sehingga cita-cita mulia untuk menjadikan masyarakat Kab Bogor termaju dan masyarakatnya sejahtera memperlihatkan secercah harapan baru dan bukan hanya sekedar janji-janji politik yang bisa membuat masyarakat hilang kepercayaan terhadap PemKab.
(Imam/Tomo)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top