KEPALA DESA GOA-GOA DIDUGA SELEWENGKAN DANA DESA DD/ADD

KEPALA DESA GOA-GOA DIDUGA SELEWENGKAN DANA DESA DD/ADD

Hukum 0 Comment 29

SUMENEP, Gemantaranews

Kepala Desa Goa-goa, kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga selewengkan Dana Desa DD/ADD. Hal ini disampaikan oleh masyarakat sekitar bahwasanya, infrastruktur di Dusun komirean, Desa Goa-goa selama ini tidak ada pembangunan infrastruktur dari Dana Desa tersebut.

Saat media ini komfirmasi terhadap salah seorang warga Dusun komirean, Desa Goa-goa yang berinisial ( HS ) mengungkapkan, dugaan penyelewengan dilakukan dimulai dari sistem perencanaan DD dan ADD. karena, sampai saat ini di Dusun komirean tidak pernah ada pembangunan infrastruktur pembangunan jalan Desa, apalagi pemberdayaan. hal itu, semenjak dialantiknya H. sakrani kepala desa yang menjabat saat ini, tidak ada sama sekali pembangunan infrastruktur pembangunan jalan Desa di Dusun komirean tersebut,” Kata HS saat dimintai keterangan oleh wartawan media ini.

“Kita ingin beber indikasi pelanggaran DD dan ADD, mulai dari tidak adanya pembangunan infrastruktur jalan di Dusun komirean, setelah terpilihnya kepala Desa Goa-goa H.Sakrani, hingga sampai saat ini di Dusun tersebut tidak pernah ada pembangunan jalan desa. baik dari segi pembangunan jalan apalagi pemberdayaan. dan penilaian itu akan saya ungkap pada seluruh masyarakat Desa Goa-goa, khususnya masyarakat Dusun komirean” ucapnya, saat ditemui media ini dengan raut wajah kesalnya, (28/9/2019).

Dia ( HS ), juga mempertanyakan sistem pengawasan progam DD dan ADD di Desa Goa-goa, yang  kabarnya masif melibatkan institusi Kejaksaan, Kepolisian, Inspektorat dan termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Keterangan Presiden Joko Widodo sudah tegas, bahwa dana desa harus bisa mencapai target, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan pengurangan pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

Terkait dugaan penyelewengan DD dan ADD tersebut, seorang warga yang berinisial HS mencontohkan. Salah satunya, tidak adanya pelaksanaan pembangunan infrstruktur jalan di Dusun komirean semenjak H. sakrani (kades ) terpilih. hingga saat sampai saat ini Infrastruktur jalan yang sudah dibangun oleh kepala Deaa sebelumnya sudah rusak. Namun, pengeboran air tidak ada kejelasan. bahkan, penyambungan Air per rumah dipungut biaya deposit sebesar Rp.250.000. dan biaya perbulannya layaknya PDAM ikut meter.

“Jalan-jalan di Dusun Komirean rusak, PKH dan Raskin selama kades H.sakrani menjabat pihak penerima mufakat hanya pernah mendapatkan 1 kali. Diduga H. sakrani yang julukannya H.gaul memperkaya diri. karena, infrastruktur dan lainnya terbengkalai,” ujarnya.

Warga Dusun komirean yang berinisial HS sendiri juga menyoroti sejumlah keluhan masyarakat. karena disinyalir melakukan pelanggaran, Di mana ada dugaan korupsi DD dan ADD terhitung selama dimenjabat hingga saat ini.

“Data sudah komplit dan siap dilaporkan,” bebernya.

Terkait dugaan korupsi penggunaan DD dan ADD, kabiro media ini menghubungi pihak kades ( h.sakrani ) melalui watshaap privavsinya Namun, hanya mendapat jawaban baru tahun ini akan dibangun. sayangnya, H.sakrani saat dihubungi kembali melalui ditelephone miliknya tidak menerima panggilan telephone. diduga kades ( H. sarani ) sengaja menghindar ketika mau dikonfirmasi wartawan.

( Aiman/Noung daeng/Red)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top