KEBAKARAN DISEBABKAN OELH KERUSUHAN DI RUTAN SIAK PULUHAN NAPI MASIH KABUR

Peristiwa 0 Comment 65

SIAK RIAU, Gemantaranews

Hingga Sabtu (11/5) siang, lebih dari 30 narapidana belum tertangkap setelah kabur pasca kerusuhan dan kebakaran di Rumah Tahanan Kelas II B Siak Sri Indrapura, Riau.

Polisi masih mengejar 31 napi yang melarikan diri. Razia pun digelar untuk membatasi ruang gerak para buron.

“Yang jelas untuk di wilayah Siak ini semua pintu keluar sudah kita blokir, artinya kita lakukan razia, kemudian juga polres-polres di sebelah juga melakukan hal yang sama untuk mengantisipasi ruang gerak mereka,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, kepada Awak media Gemantaranews melalui sambungan telepon

Sementara itu, 617 dari total 648 napi dan tahanan yang menghuni rutan tersebut untuk sementara dievakuasi ke sejumlah lembaga pemasyarakatan lain di sekitar Siak karena sebagian bangunan rutan hangus terbakar.

“Yang jelas saat ini situasi sudah kondusif, jadi petugas di lapangan, ada dari polres, dari polda, dan dari Polri, sedang melakukan upaya proses evakuasi para napi-napi untuk dipindah ke lapas lain,” imbuh Sunarto.

Meski demikian, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo yang mendatangi langsung rutan pascakerusuhan menyatakan bahwa satu pucuk senjata api tak ditemukan dari lokasi kejadian.

“Satu pucuk senjata jenis shofgun milik petugas rutan hilang. Diduga dibawa kabur warga binaan,” ungkapnya seperti dikutip jurnalis.

Kronologi kerusuhan hingga terjadinya kebakaran

Sebelum terjadi kerusuhan, menurut penuturan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, petugas lapas berkoordinasi dengan Satgas Narkoba Polres Siak atas temuan cairan yang diduga narkoba jenis sabu di blok lembaga pemasyarakatan wanita.

Pada Sabtu (11/5) dini hari, Kasat Narkoba Polres Siak beserta timnya mengecek ke rutan dan menemukan narkoba yang dimaksud. Petugas lapas lantas membawa tiga napi yang diduga terlibat.

“Kemudian pada saat mereka ini dibawa dalam lorong (rutan), kemudian sempat dilakukan aniaya oleh petugas lapas sehingga menyulut emosi mereka yang lain-lain,” ujar Sunarto.

Menurut kesaksian seorang napi bernama Sudanto, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara, dengan cepat dan spontan banyak warga binaan tersebut marah dan pintu sel masing-masing didobrak. Bahkan ada yang jebol dan hancur oleh para tahanan hingga semuanya bisa keluar dari sel.

“Pintu-pintu dihancurkan, petugas keluar semua,” imbuh Sudanto.

Menurutnya, sejak itu rutan mulai dikuasai para napi dan mereka melemparkan sejumlah benda ke arah luar. Ia mengaku sempat mendengar suara tembakan dari dalam.

“Mulai pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari, mereka lempar batu supaya polisi tidak masuk. Ada juga api ketika sudah besar, kami lari keluar, ke belakang,” ujar pria yang sehari-hari bertugas di bagian dapur rutan itu.

Menurut Kombes Pol Sunarto, api melalap bagian depan sampai tengah rutan, hingga baru berhasil dipadamkan pada sekitar pukul lima pagi. Penyebab kebakaran masih didalami polisi.

“Kira-kira lima puluh persen (bangunan rutan hangus terbakar), karena bagian belakang masih ada,” tutur Sunarto.

Dari 153 penghuni rutan yang kabur, hingga Sabtu siang, 122 di antaranya telah berhasil ditangkap, sementara 31 lainnya masih dikejar polisi.

Tidak ada korban tewas dalam kerusuhan dan kebakaran tersebut. Meski demikian, dua narapidana dilaporkan mengalami patah kaki, dan Kasat Narkoba Polres Riau pun dirawat di RSUD Siak karena terluka di bagian lengan.

“Belum jelas (karena tembakan atau bukan), yang jelas memang ada terluka di lengannya,” jelas Sunarto.( bbc i/ M harles )

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top