KAPOLRI JENDRAL TITO KARNAVIAN PERINTAHKAN TANGKAP PREMAN DAN DEBT COLECTOR YANG MERESAHKAN MASYARAKAT.

KAPOLRI JENDRAL TITO KARNAVIAN PERINTAHKAN TANGKAP PREMAN DAN DEBT COLECTOR YANG MERESAHKAN MASYARAKAT.

Headline 0 Comment 312

Jakarta,Gemantaranews.
PRESS RELEASE

Polri akan menangkap preman juga preman berkedok Debt Collector yang membuat resah masyarakat, adanya teror dari Debt Collector dijalanan dan mengambil Unit motor atau Mobil konsumen yang terlambat membayar, dengan alasan apapun, dan itu tidak bisa dibenarkan.

”Apapun yang menjadi alasannya kalau meresahkan Masyarakat wajib di tindak lanjuti polisi,sebab itu merupakan bagian dari Terror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, Aman apalagi menjelang Pilgub dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami,” kata Kapolri.

Sebab,semuanya telah diatur oleh Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.ungkap kapolri.

Sementara perilaku bank finance (jasa membayarkan kreditur) yang menggunakan jasa preman berkedok debt collector untuk mengambil unit motor atau mobil juga tidak dibenarkan menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 serta tindakan itu melawan hukum.

Unit mobil dan motor konsumen atau kreditur wajib di daftarkan ke Fidusia. Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita PENGADILAN dan didampingi kepolisian bukan Preman berkedok Debt Collector.

Sedangkan pihak Leasing harus tunduk kepada hukum indonesia, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 Tentang semua perbankan.

Unit motor dan mobil harus mengikuti pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut terancam dibekukan USAHANYA.

FIDUSIA umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan. Sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut. tujuannya adalah kendaraan yang dikredit bebas dari penarikan Debt Collector.

secara terpisah Hotman Paris Hutapea juga berpesan kepada Polri agar menangkap para Preman dan Preman yang berkedok debt collector. Karena mereka menjadi teror dan resahkan masyarakat, ”Polri segera menangkap semua preman dan Debt Collector tsb di jalanan, dan menindak tegas pengambil unit yang berada di leasing. Karena mereka sudah mengancam dan meneror, bahkan resahkan masyarakat.” kata Hotman.

Release (SL)
By RI Sudrajat SH / Arif gemantaranews

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top