KANTOR  KECAMATAN  BLIMBINGSARI BANYUWANGI TERLANTAR

KANTOR KECAMATAN BLIMBINGSARI BANYUWANGI TERLANTAR

Berita Daerah 0 Comment 29

BANYUWANGI, GemantaraNews

Pemekaran wilayah dari Kecamatan Rogojampi, menjadi Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi, rupanya menimbulkan permasalahan baru dari Pemkab itu sendiri. Pasalnya kecamatan yang baru, Kecamatan Blimbingsari ( pecahan dari Kecamatan Rogojampi ) itu belum memiliki kantor sendiri sehingga sementara ngampung di Kantor Desa Blimbingsari.

Muhbiruddin selaku Kepala Desa di Blimbingsari mengaku bahwa warganya yang biasa berlatih ( di luar agenda desa ) merasa terganggu dan kurang bebas. ” Para warga yang mau berlatih musik, Hadrah, tari, pencak silat ataupun membuat kerajinan merasa kurang nyaman dan kurang bebas “, ungkap Muhbiruddin kepada media. Selain itu ruang PKK, LPMD dan BPD serta ruang Babinsa dan Babinkamtibmas dipakai kecamatan sehingga sulit jika ada kegiatan rapat ataupun kunjungan.

Lantaran hal inilah maka Dinas PU Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat guna menyampaikan hal-hal yang berhubungan tentang Tata Ruang pada Oktober 2019 lalu di kantornya. Hadir pada rapat tersebut, jajaran Dinas PU dan Dinas-dinas terkait. Masih menurut Muhbiruddin alasan Pemkab mengapa masih belum bisa pindah dari kantor desanya ternyata kurang jelas. Sedangkan dari Dinas PU mau pindah itu merasa kesulitan karena harus merubah peta.

Padahal Kades Blimbingsari itu mengatakan bahwa ada tempat yang strategis ada di barat SD 1 Blimbingsari luasnya sekitar 1 Ha. ” Tapi entahlah apa maunya beliau-beliau itu, yang merubah petalah, terganggu bandara ( masuk kawasan wilayah PT Angkasa Pura ), gak tahu alasan apalagi yang akan disampaikan padahal janjinya 2 tahun ngampung sekarang sudah 3 tahun lebih “, ungkap Muhbiruddin dengan nada kesal.(joko)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top