KAFE ASHIKA TIDAK LOLOS VERIFIKASI TAPI MASIH NEKAT BUKA

KAFE ASHIKA TIDAK LOLOS VERIFIKASI TAPI MASIH NEKAT BUKA

Peristiwa 0 Comment 146

BANYUWANGI, GemantaraNews

Bagaikan kebal hukum, pemilik kafe Ashika nekat buka pada Minggu malam (12/07/2020), Padahal jelas-jelas Bupati Banyuwangi sudah mengeluarkan surat edaran tentang masa perpanjangan kewaspadaan, kesiap siagaan dan pencegahan penyebaran virus Corona, serta verifikasi dari Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Banyuwangi.

Memang dalam surat edaran Bupati tersebut memperbolehkan para pengusaha restoran, panti pijat, karaoke, live music, biliard dan bioskop untuk membuka usahanya namun dengan tetap menaati aturan sesuai protokol kesehatan yang sudah ditentukan dalam masa Pandemi Covid-19, tetapi dengan hasil verifikasi dari Disparbud hanya ada empat tempat hiburan yang lolos verifikasi.

Namun rupanya pengusaha Kafe Karaoke Ashika yang berlokasi di wilayah Kecamatan Rogojampi tetap membuka usahanya walaupun diduga telah melanggar isi dari surat edaran Bupati serta tidak lolosnya verifikasi.

Sampai berita ini ditayangkan Minggu malam kafe ashika masih enjoy bergoyang “Saya lihat sendiri adanya wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai pemandu lagu sudah disiapkan disana, kita juga tidak dikasih sarung tangan, didalampun kita bisa pegang-pegang pemandu lagunya dengan bebas saat bernyanyi bersama”, tutur salah satu pengunjung yang enggan disebut identitasnya.

Tentu saja ulah nekat pemilik kafe ashika membuka usaha dengan melanggar surat edaran Bupati Banyuwangi dan juga verifikasi itu membuat banyak pihak meradang dan menganggap sebagai bentuk pelecehan kepada peraturan serta aparat hukum sebagai petugas penegak peraturan tersebut.

Salah satunya datang dari Moh. Imam Ghozali, SH, ketua LSM Orang Indonesia yang juga pentolan Laskar Nusantara, menurutnya apa yang sudah dilakukan pemilik kafe tempat karaoke adalah bentuk pembangkangan terhadap hukum.

“Saya sangat heran kok berani-beraninya tempat-tempat karaoke buka seperti ini, apalagi mereka jelas-jelas jualan room, minuman beralkohol dan ada LC/Pemandu lagu yang seakan-akan dibawa sendiri oleh pengunjung padahal disitu sudah ada orang yang menyiapkan sebagai koordinatornya”, ungkap Ghozali.

“Karenanya dan sudah sepatutnya dicabut saja verifikasi tempat karaoke, kalau kemudian nanti covid-19 menyebarkan dari tempat-tempat itu sudah sepatutnya pula para petugas yang melakukan verifikasi dibawa kemeja hukum, dan saya harap tokoh masyarakat, pemuda, ormas keagaman, pemerintah Desa serta kecamatan, aktif mengawasi dan kalau diperlukan tegas menutup tempat tempat karaoke tersebut”, imbuhnya.

Ghozali menambahkan, dirinya menilai untuk sikap aparat pemerintah dalam penindakan terhadap pengusaha tempat hiburan di Banyuwangi sangat lemah, karena surat somasinya yang telah dikirim ke tempat hiburan belum mendapatkan respon hingga saat ini.

“Sebenarnya bisa mereka jawab secara tertulis baik itu dari pemilik atau manager, dari situlah saya bisa melihat mereka nekat buka usaha hanya demi keuntungan pribadi, belum lagi masalah izin jual miras, jumlah room, jam tutup, setatus LC/Pemandu lagu yang pembayarannya lewat kasir, jika kita mau tegas dalam mencermati memang banyak sekali pelanggarannya”, pungkas Ghozali.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi si pemilik kafe ashika di via seluler whatsApp, malah memblokirnya.(Puji)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top