KADIS LINGKUNGAN HIDUP DIDUGA TUTUP MATA TERKAIT GALIAN C DI BANTARAN SUNGAI BILAH

KADIS LINGKUNGAN HIDUP DIDUGA TUTUP MATA TERKAIT GALIAN C DI BANTARAN SUNGAI BILAH

Berita Daerah 0 Comment 119

LABUHANBATU, GemantaraNews

Terkait pemberitaan dibeberapa awak media yang Viral di Media Online dan Cetak Adanya dugaan Galian C Ilegal di Bantaran Sungai Bilah lingkungan Perlayuan II , kelurahan Pulau Padang , kecamatan Rantau Utara , kabupaten Labuhanbatu yang tanahnya digunakan untuk pekerjaan Proyek Nasional penimbunan Jalur Rel Kereta api di Lokasi RPK – 2 yang kelolah oleh PT . IPA ( Istana Putra Agung ) atas nama menejer Karjono diduga Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) tutup mata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup H . Kamal Ritonga saat dikonfirmasi (22/10) lewat pesan Whats Apps untuk dimintai keteranganya mengenai apakah ada Dokumen UKL dan UPL dan Rekomendasi dari DLH terkait Galian C atau apa tanggapan Kadis DLH tersebut enggan menjawab dan diduga tutup mata terhadap pemilik Galian C illegal tersebut – Red RPK – 2 PT. IPA.

Ditempat berbeda Candra Sirait S.H praktisi hukum juga ketua Ekbang Gemantara Labuhanbatu saat diminta tanggapannya: sesunguhnya bila pihak kepolisian serta seluruh elemen masyarakat berkemauan yang serius dalam penegakan hukum, saya yakin dapat melakukan upaya penerapkan sanksi sebagaimana diatur dalam Undang Undang tentang Pertambangan Galian C yang mana tentunya setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud tentunya akan dapat di kenakan sanksi hukum yang tegas bagi pelaku usaha yang tidak melengkapi ijin.

Sehingga dapat memberikan efek jera dan pelaku usaha akan bersungguh sungguh dan serius mengurus izin,” papar chandra sirait.

Jelas di UU no 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Tambahnya lagi penambangan adalah suatu upaya pemanfaatan lahan pasca
penambangan harus la melalui rona perbaikan lingkungan fisik terutama pada bentang lahan yang diduga akan rusak serta tingginya dugaan terjadinya potensi longsor sangat jelas serta berbahaya baik bagi penambang maupun masyarakat yang berada di sekitarnya ucap Candra yang akrab disebut.(Yogi k.m)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top