KADIS DLH KBB:PRIHATIN AKAN RENDAHNYA TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP BUANG SAMPAH

KADIS DLH KBB:PRIHATIN AKAN RENDAHNYA TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP BUANG SAMPAH

Pemerintahan 0 Comment 11

KAB.BANDUNG BARAT, GemantaraNews

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (KBB), Apung Hadiat Purwoko merasa prihatin dengan tingkat kesadaran masyarakat di wilayah sekitar Alun-alun Kota Lembang yang sangat rendah terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Apung, seharusnya masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga aset-aset yang menjadi bagian objek wisata di Lembang terutama wilayah seputar Alun-alun Lembang.

Hal ini diungkapkannya terkait dengan kembali menumpuknya sampah-sampah di beberapa titik seputar wilayah Alun-alun Lembang. Selain membuat pemandangan yang kurang enak juga mengeluarkan aroma kurang sedap bagi orang yang melintas.

Apung juga mengatakan, Padahal sudah sering DLH melakukan sosialisasi penting menjaga kebersihan lingkungan. Dulu juga setelah dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pelaku pembuangan sampah liar, sudah sempat Alun-alun bersih. Tapi sekarang ternyata warga kembali membuang sampah disana, ungkapnya, Kamis (11/06/2020).

Ketika disinggung bahwa alasan warga membuang sampah disekitar alun-alun karena bingung harus membuang sampah dimana, Apung menyebutkan hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan.

Menurutnya, warga bisa berkoordinasi dengan RT/RW, atau Pemerintah Desa setempat terkait pemungutan sampah. Jika aparat kewilayahan tidak bisa mengurusnya, bisa langsung menghubungi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan KBB.

“UPT bisa kok langsung turun tangan membuat MoU (kesepakatan) dengan para pedagang, pemilik toko atau warung untuk mengambil sampah milik mereka ini, tinggal nanti Retribusi langsung diberikan kepada UPT karena itu akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) KBB”, tutur Apung.

Apung juga mengatakan, Dengan dilakukan MoU akan menjadi jelas hak dan kewajiban antara para warga atau pedagang dengan UPT. Teknisnya bisa diambil setiap hari atau 2 hari sekali oleh petugas UPT. Para pedagang tinggal meletakkan sampah di depan toko.

“Jadi ketika bilang bingung buang sampah dimana, ga ada petugas wilayah yang ngurus, itu hanya alasan klasik. Tinggal hubungi UPT kalau RT/RW,Desa tidak bisa mengurus. Retribusi langsung berikan kepada UPT. Maka sampah tidak akan menumpuk, warga juga tidak repot, tinggal taro sampah depan tokonya, petugas UPT akan mengambil”, pungkas Apung.(Biro kbb)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top