KADES PABIAN KEC.ARJASA DIDUGA SUNAT DANA BLT-DD COVID-19 MILIK WARGA

KADES PABIAN KEC.ARJASA DIDUGA SUNAT DANA BLT-DD COVID-19 MILIK WARGA

Ekonomi 0 Comment 1186

SUMENEP, GemantaraNews

Warga Desa pabian, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep mempertanyakan adanya pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) Covid-19 senilai Rp 100 ribu per kepala keluarga (KK) di desa tersebut. dalam hal itu warga mempertanyakan lantaran pemotongan uang senilai Rp.50 ribu hanya untuk keperluan sumbangan musholla dan sisa senilai Rp.50 ribu untuk disetor ke kepala Desa.

Sawiyah warga Dusun Gayam-gayam, Desa setempat menanyakan ini, karena setelah mereka menerima dana yang bersumber dari BLT-DD Covid-19 selama tiga bulan dengan rincian sebesar Rp.900 ribu per KK, ternyata yang diterima hanya Rp 800 ribu setelah ada pemotongan senilai Rp.100 ribu oleh kadus setempat. Dengan demikian, kami selaku warga kurang mampu penerima Dana BLT-DD Covid-19 di wilayah itu merasa dikecewa, karena per KK yang dipotong Rp100 ribu itu, tidak ada kejelasan. Informasinya, pemotongan sebesar Rp. 100 ribu itu, disumbangkan untuk mushollah senilai Rp 50 ribu dan sisanya senilai Rp 50 ribu diduga untuk kepentingan pribadi kepala Desa. kami merasa keberatan, karena pemotongan uang senilai itu sangat berharga bagi kami selaku warga tidak mampu,” Ungkap sawiyah dengan nada kecewa pada media ini.

Lanjut dia, awalnya Dana yang bersumber dari BLT-DD Covid-19 senilai Rp.900 ribu itu diserahkan ke kami memang utuh. bahkan, dirinya tidak tahu akan ada pemotongan senilai Rp 100 ribu tersebut. sebelum uang bantuan itu diterima kami dipanggil oleh Kadus untuk datang ke rumahnya. tiba dirumah kadus kami beri uang senilai Rp.900 ribu, tapi kami disuru mengembalikan senilai Rp.100 ribu. sesuai penyampaian kadus pabian uang bantuan senilai Rp.900 ribu itu akan dipotong 100 ribu untuk disumbangkan ke mushollah Rp.50 ribu dan Rp. 50 ribu diserahkan sama kades, tapi tidak dijelaskan untuk apa,” Terangnya.

“Kami terima uang Rp. 900 ribu, tapi uang tersebut dipotong senilai Rp.100 ribu per KK dan disuru anter kerumah kadus. pemotongan uang senilai Rp 50 ribu yang akan diserahkan untuk kades pabian itu tidak ada kejelasan untuk apa,” Bebernya.

kenapa dipotong? Terus untuk apa sisa pemotongan yang senilai Rp.50 ribu itu dan juga kenapa tidak diberitahu? tentunya, warga tidak terima dengan pemotongan senilai Rp 50 ribu itu. Kalau memang ini melanggar aturan, warga minta polisi untuk menindak, karena sudah merugikan warga miskin didesa itu,” Pungkasnya.

Suli selaku kadus Gayam-gayam, Desa pabian mengakui adanya pemotongan per KK Dana yang bersumber dari BLT-DD Covid-19 senilai Rp.900 ribu yang diterima warga desa pabian. pemotongan per KK senilai Rp 100 ribu dengan perincian senilai Rp 50 ribu untuk sumbangan Mushollah dan Rp 50 ribu diberikan sama kades pabian. Namun, uang senilai Rp 50 ribu per KK yang disetor ke kades pabian dirinya tahu untuk keperluan jiak ada tamu, jelasnya pemotongan senilai Rp.100 ribu per KK itu benar,” Ucapnya.

Menurut dia, nilai uang Rp 100 ribu diterima dirinya untuk disumbangkan ke Mushollah senilai Rp 50 ribu dan senilai Rp 50 ribu diserahkan ke kades pabian. tapi, sumbangan warga yang diserahkan ke kades untuk kepentingan bila ada tamu seperti dari pihak kecamatan, kepolisian, Koramil dan media,”Tuturnya.

” Pemotongan uang senilai Rp.100 ribu bersumber dari BLT-DD Covid-19 milik warga bukan inisiatif dirinya, tapi dirinya hanya disuruh oleh kepala Desa,” Imbuhnya.

Hingga berita ini dinaikkan Kepala Desa Pabian, Kecamatan Arjasa saat dihubungi Via Watshapp miliknya tidak ada jawaban.

(Sulaiman/noung daeng)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top