JALAN PEHUBUNG DESA BAYI TANJONG PUTOH TANAH LUAS ACEH UTARA BERUBAH JADI KUBANGAN KERBAU.

JALAN PEHUBUNG DESA BAYI TANJONG PUTOH TANAH LUAS ACEH UTARA BERUBAH JADI KUBANGAN KERBAU.

Berita Daerah 0 Comment 141

ACEH UTARA, Gemantaranews

Kondisi jalan penghubung antar dua desa bayi dan tanjung putoh kecamatan tanah luas aceh utara saat ini mengalami kerusakan terparah.

Yusnedi salah seorang warga desa gampong tanjung putouh kecamatan nibong menjelas kan, jalan sepanjang 2 kilo meter ini merupakan jalan utama sebelah barat untuk penghubung antar desa bayi dan tanjung putoh,sudah pernah dilakukan pengerasan oleh kontraktor bersama dinas terkait aceh utara,namun tidak bertahan lama, dikarnakan jalan ini sering dilewati truck angkutan hasil pertanian kelapa sawit maupun hasil ,pertanian lain nya,ungkap yus.
Hal senada juga di sampaikan oleh Abubakar tokoh pemuda gampong bayi tanah luas aceh utara,tentang kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan saat ini karna waktu pengarasan sebelum nya di perbaiki bahan material nya mungkin tidak tebal sehingga tidak tahan dilewati oleh truck angkutan hasil pertanian dikawasan ini”ungkap Abubakar.
Selain itu para petani perkebunan pertanian kelapa sawet daerah itu meminta pemerintah dan dinas terkait segera merealisasi anggaran untuk perbaikan jalan tersebut,dikarna jalan ini merupakan satu satu nya dipergunakan untuk keperluan kelancaran pengangkutan hasil pertanian daerah tersebut.
Masyarakat umum juga meminta pengerasan jalan penghubung desa bayi dan tanjung putoh kecamatan nibong secara maksimal bahan material nya yang sesuai untuk badan jalan tahan truck dan

Alat berat lain nya, sehingga manfaat nya bisa lama bertahan tidak cepat rusak lagi seperti kondisi saat ini berlubang macam kubangan kerbau di badan jalan dan sangat sulit kita lewati apalagi saat musim penghujan tiba”.(Hamdani Biro Aceh )

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top