JALAN LINTAS SIMPANG PENAWAR RAWA JITU SANGAT MEMPRIHATINKAN

JALAN LINTAS SIMPANG PENAWAR RAWA JITU SANGAT MEMPRIHATINKAN

Berita Daerah 0 Comment 80

TULANG BAWANG, Gemantaranews

Sepajang 82 KM Jalan Lintas Simpang Pematang Rawa Jitu kondisinya sungguh sangat tidak lagi di lalui oleh kendaraan baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Dari sepanjang Jalan tersebut kondisinya sudah nampak rusak parah, kerusakan Jalan tersebut di tengarai adanya tidak sesuainya fisik Jalan dengan ukuran bagi kendaraan dengan muatan yang melebihi tonase, yang sehingganya dari sepanjang Jalan itu mulai dari Perusahaan BNIL hingga Rawa Jitu banyak aspas Jalan yang terkelupas yang sehingganya batu dari dasar Jalanpun berserakan sehingganya menjadikan sebuah lubang dan bergelombang dari badan Jalan tersebut.

Dengan adanya Jalan yang notabenya sudah remuk tentu berimbas lambatnya pada perputaran roda perekonomian masyarakat, karena Gedung Aji Baru hingga Masyarakat Rawa Jitu mayoritas para petani baik petani kebun dan sawah. jadi dengan adanya akses Jalan utama rusak tentu selain menghabat laju perekonomian juga berdampak pada lambatnya tranfortasi yang sulit dan lambat karena selain jarak tempuh yang jauh juga kendara hanya mampu melaju dengan kecepata 20 Knot atau dengan rata rata 15 KM perjam, artinya dengan jarah tempuh 82 KM harus memakan waktu sekitar 4-5 Jam. sedangkan kalau dengan waktu normal jarah tersebut tidak lebih dari satu setengah Jam.

Menurut pengakuan salah satu awak armada mobil fuso yang mengangkut kelapa sawit,(Edi )dengan adanya kondisi Jalan seperti ini selain perjalanan terhambat juga penghasilan sopir pun berkurang, karena biasanya kami bisa dua trip dalam sehari sekarang satu trip saja udah ngoyo. ucapnya.

Sebagaimana pantauan Awak Media ini Rabu 28/8/19. bahwa selain aspal banyak yang terkelupas ternyata dari badan Jalan itu telah tertimbun tanah yang sehingga bila musim panas akan mengakibatkan hujan debu. sedangkan bila sudah musim penghujan jalan tersebut berubah menjadi lumpur dan licin.sehingga bila sudah musim penghujan banyak kendaraan yang tergelincir dan terperosok serta masuk siring.

Ironinya lagi justru dengan kondisi Jalan seperti itu pihak PT BNIL yang bergerak di bidang pertanian Tebu justru memanfaatkan keadaan bagi oknum Sapam untuk melakukan pungli dengan cara menarik biaya sebesar Rp.5.000. bila ada kendaraan yang ingin melintasi arel PT tersebut.

Pertanyaannya terus bagaimana dengan kendaraan yang membawa Tebu itu bila melewati Jalan poros itu sementara di sinyalir dengan adanya PT BNIL justru kendaraan PT lah penyebab rusaknya Jalan itu.

Selanjutnya Awak Media ini mencoba menghubungi instansi terkait baik dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang mau pun Pemerintah Provinsi Lampung, alhasil tidak satu dari mereka yang dapat di hubungi( Bambang S)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top