INSPEKTORAT KAB BEKASI SEGERA AKAN MENGKROSCEK ANGGARAN DANA DESA KARANG HARUM

INSPEKTORAT KAB BEKASI SEGERA AKAN MENGKROSCEK ANGGARAN DANA DESA KARANG HARUM

Hukum 0 Comment 83

KAB. BEKASI, GemantaraNews

Terkait Pembangunan Rehabilitasi monumen Gapura batas Desa di wilayah Desa Karangharum Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi sebanyak dua titik, sumber dana anggaran Dana Desa Tahap II Tahun 2019 dengan nilai anggaran sebesar Rp 269.200.000 yang sebelumnya diberitakan GEMENTARA NEWS yaitu adanya pengalihan kelebihan anggaran, akan segera ada pemeriksaan dari pihak Inspektorat Kabupaten Bekasi.

“Pembangunan Gapura batas Desa nanti akan kita cek semua, termasuk pengalihan kelebihan anggaran, apakah sesuai dengan ketentuan atau tidaknya itu akan kita cek kebenarannya, tegas Topan Tuftana Inspektur Irban Wilayah II juga sebagai Kepala tim monitoring anggaran pada Inspektorat Kabupaten Bekasi.

Menurut pria yang akrab disapa Abah, saat ini dirinya belum bisa menjelaskan secara detail, tunggu saja nanti setelah di cek bagaimana ketentuannya benar apa tidaknya.

“Nanti kita cek dulu, baru abah bisa jawab” ucapnya saat monitoring anggaran BLT di Kecamatan Kedungwaringin Selasa (07/07).

Ditempat yang sama dikatakan Kasi Pemerintahan Kecamatan Kedungwaringin Usman Arafah, S.P.d, dirinya sebagai Kasi pemerintahan Kecamatan Kedungwaringin hanya mengevaluasi pekerjaannya tidak ada kewenangannya untuk mengaudit, berapa anggaran untuk pembuatan gapura.

“Nanti ada pihak terkait dari Pemda, kita hanya melihat lokasi saja. Karena ada Pendamping Desa dan selama ini Pendamping Desa belum sama sekali memberikan soft copy adminitrasi mengenai adanya SPJ anggaran Desa Karangharum baik tahap I, tahap II dan tahap III pada tahun 2019. Coba tanyakan kepada Pendamping Desa, karena Pendamping Desa lebih tahu” kata Usman Arafah.

Dijelaskan Usman, bila memang ada perubahan anggaran itu tidak serta merta bisa di rubah, ada mekanisme yang harus di lalui, seperti Musdes dan Musdus. Para tokoh kumpul di Kantor Desa untuk menentukan di wilayah mana yang membutuhkan dan yang akan di bangun dari kelebihan anggaran jadi anggarannya tidak menjadi Silpa.

“Nah, bila hal itu tidak di tempuh, Musdes atau musdus, maka akan jadi Silpa, dan saya akan kroscek ke lokasi apa bila ada perintah dari pak Camat” katanya.(mal/Mat)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top