POLEMIK IJAZAH DARI PONTREN SALAFIAH NURUL ISLAM MENGUNDANG PERTANYAAN PUBLIK

POLEMIK IJAZAH DARI PONTREN SALAFIAH NURUL ISLAM MENGUNDANG PERTANYAAN PUBLIK

Berita Daerah 0 Comment 140

TANGGAMUS LAMPUNG, GemantaraNews

Menyeruaknya sebuah rumor yang beredar dikalangan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Wonosobo, KabupatenTenggamus-Lampung, Terkait sebuah polemik ljazah dari Pontren yang menjadikan pertanyaan dan perhatian bagi warga setempat juga Khalayak Publik.
ljazah tersebut yang diduga dari sebuah Pondok Pesantren (Pontren) Salafiah Nurul lslam. Tetapi warga setempat tidak mengenal adanya sebuah Pontren Salafiah Nurul lslam di Desa tersebut, Masyarakat hanya mengetahuinya bahwa yang ada adalah sebuah Mesjid Nurul lslam bukannya Pontren Salafiah Nurul lslam.

Dengan adanya sebuah rumor yang beredar tersebut Kami dari awak media bersama-sama dari Anggota Polres Tenggamus mendatangi tempat tersebut dan mengkonfirmasi ke pihak Desanya. Dan kedatangan Kami ke Desa tersebut disambut langsung Warsudi Kepala Dusun dan warga setempat.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kadus juga warga setempat mengenai kabar yang menyeruak mengenai Pontren tersebut pada Selasa 11 Februari 2020, Kadus tersebut menuturkan kepada Kami, Bahwasannya keberadaan Pontren tersebut adalah sebuah Rumah tempat tinggalnya Sujianto. Memang katanya sih Pondok tapi selama itu tidak nampak atau terlihat adanya kegiatan belajar mengajar sebagaimana yang dilakukan sebuah Pondok atau pun Pontren yang lain, tuturnya.

Jadi intinya bilamana ada orang yang ingin minta Legalisir Ijazah Pondok syaratnya harus menyertakan Ijazah yang asli dan juga harus melampirkan Ijazah formal yang asli juga, Selain itu juga harus membuat surat pernyataan di atas materai yang menyatakan bahwasannya bila dikemudian hari terdapat masalah akan Keabsahan Ijazah tersebut, Itu diluar tanggung jawab Kami, Karena sudah banyak kasus Ijazah seperti kasus Ijazah atas Nama Mujiono ini, bisa dibilang sering bahkan capek kami ini dimintai keterangan di Polres Tanggamus terkait Ijazah Pontren ini bahkan belum lama ada juga orang yang mengaku dari Palembang datang untuk minta legalisir kesini namun karena tidak bisa menunjukkan Ijazah formal maka tetap kami tolak.

Jadi kalau terkait Ijazah Mujiono ini saya bukan mengatakan bahwa Ijazah itu palsu melainkan dengan adanya program wajib belajar pendidikan tingkat Wustha sebagaimana tercantum dalam surat keterangan hasil ujian Nasional Nomor 40/R. 07/03. Jelas kalau untuk tingkat SMP, MTs atau sederat harus tiga tahun untuk mengikuti belajar. Tapi kalau melihat Ijazah Mujiono ini di Tahun 2003 wajib belajar kenapa di 2004 sudah lulus artinya wajib belajarnya hanya satu Tahun Mujiono sudah lulus sekolah.

Memang ada dari beberapa Pondok yang bisa mengeluarkan Ijazah sendiri baik Ijazah Pondok maupun Ijazah Formal namun hal itu hanya diperuntukan buat Pondok Pesantren yang legalitasnya telah di akui oleh Pemerintah Daerah maupun Pusat dan itu pun tidak semua Pondok pesantren bisa.

Kalau Pondok Pesantren mengeluarkan Ijazah semuanya harus sesuai dan disamakan dengan Ijazah Formal, Jadi kalau melihat Ijazah Mujiono ini ya patut dipertanyakan ketempat asal Pondok Pesantren itu sendiri. Namun setahu Kami Pondok tersebut sudah lama tidak lagi beroperasi dalam kegiatan belajar mengajar alias sudah fakum bahkan Pimpinan Pondok Pesantren Salafiah Nurul Islam Ust.Muh Yahdi Sj sudah lama menghilang salah satu penyebabnya ya terkait banyaknya Ijazah yang dia keluarkan namun keabsahannya justru mengundang keraguan bagi penerima Ijazah itu, terangnya.

Dalam penelusuran Awak Media guna mencari fakta akan kebenaran Ijazah atas nama Mujiono hingga ke Kantor Kementerian Agama tingkat satu di Tanjung Karang Rabu 12 Februari 2020 justru dengan adanya Tahun kelulusan tersebut mengundang tanya Ibu Lili dan Ibu Fitri saat melihat lembar photo copy Ijazah tersebut, Sedangkan berkenaan legalisir yang dikeluarkan oleh Drs. H Saibi Nangio itu benar ada namun beliau sudah lama pensiun, sehingga Awak Media ini belum bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai legalisir yang dikeluarkan oleh Kemenag Provinsi.

Jika memang demikian adanya, sungguh sangat menyakitkan sekali dimana nama sebuah Pontren yang merupakan sebuah sarana pendidikan yang kental dengan Keagamaan yang semestinya dijaga kesucian nama tersebut, justru dibuat tidak benar oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab apalagi dijadikan sebagai bisnis untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri dengan mengaku sebagai seorang Ustad, Seperti yang terjadi di Desa Mekar Sari wonosobo. Konon kabarnya Ustad Yahdi Sj sebagai Pimpinan Pontren ini juga pernah mencalonkan sebagai Wakil Bupati Tanggamus.

Tentunya dengan adanya kabar tersebut, Diduga kepergian Sujianto alias Ustad Muh Yahdi Sj ini dikarenakan banyaknya Ijazah yang dikeluarkan dengan menggunakan nama Pondok tersebut tetapi keabsahannya tidak dapat dipertanggung jawabkan baik secara formal maupun non formal. Hingga berita ini dilansir, Ustad Yahdi Sj alias Sujianto tidak bisa ditemui apalagi untuk dimintai keterangan, Mengingat yang bersangkutan tidak diketahui dimana keberadaannya.
(bambang s)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top