HAUL KE-744 WAFATNYA PENDIRI KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI ASIA TENGGARA

HAUL KE-744 WAFATNYA PENDIRI KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI ASIA TENGGARA

Berita Daerah 0 Comment 215

ACEH UTARA, Gemantara news.

Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara memperingati Haul ke-744 tahun wafatnya Sultan Al-Malik Ash-Shalih, pendiri Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Peringatan Haul Sultan Kerajaan Islam Sumatra-Pasai itu dilaksanakan di Kompleks Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih, di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 20 Mei 2019, sore.

Peringatan tersebut dirangkai zikir dan Do’a bersama, menyantuni 24 anak yatim, dan Tausiah. Lalu, buka puasa bersama di Museum Islam Samudra Pasai yang lokasinya tidak jauh dari Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih, sering disebut Sultan Malikussaleh. Turut hadir sejumlah tokoh Agama, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, keluarga besar Cisah, Juru pelihara Situs Sejarah se-Aceh utara, serta masyarakat setempat.

Wakil Ketua Cisah, Sukarna Putra, mengatakan, ini merupakan peringatan yang kedua kali dilakukan Cisah. Sebelumnya Cisah memperingati Haul ke-743 tahun wafatnya Al-Malik Ash-Shalih saat bulan Ramadhan tahun lalu (2018).

“Apresiasi yang kita terima baik itu berupa sumbangan rekan-rekan ataupun masyarakat yang mendukung acara ini, kita melihat ditahun ini lebih meningkat. Bentuk kegiatannya kita melakukan tahlilan untuk Almarhum Sultan Al-Malik Ash-Shalih ataupun keturunannya yang sudah berjasa besar terhadap Sumatra-Pasai dan Islam di Asia Tenggara,” kata Sukarna Putra kepada para wartawan.

Sukarna Putra menambahkan, peringatan Haul tersebut untuk mengangkat kembali kewibawaan sejarah Samudra Pasai agar dikenal masyarakat luas. Minimal setiap generasi muda Aceh mengingat, sudah berapa tahunkah Sultan Al-Malik Ash-Shalih wafat, agar kelak generasi dapat menata masa depan dengan gemilang berdasarkan semangat besar pendahulunya.

Sumatra merupakan kota pelabuhan besar serta pusat da’wah Islam ternama di Asia Tenggara selama di bawah pemerintahan dinasti yang dibangun oleh Sultan Al-Malik Ash-Shalih (wafat 696 H/1297 M). Dinasti ini memerintah sampai dengan permulaan abad ke-10 H (ke-16 M), dan oleh karena keterkenalan kota ini pula, nama pulau besar paling barat Asia Tenggara ini disematkan.
Sudah Sewajarnya masyarakat asia tenggara perlu memperingati hari wafat sosok yang agung ini. (Nazar)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top