GREEN ROYAAL TEMPAT HIBURAN BUKA

GREEN ROYAAL TEMPAT HIBURAN BUKA

Berita Daerah 0 Comment 55

BANYUWANGI, GemantaraNews

Ketua Dewan Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Peduli Republik Indonesia (LSM LP-RI) Sujiyono geram melihat banyaknya tempat-tempat hiburan malam di Bumi Blambangan tetap beraktifitas secara terang-terangan meski sudah ada anjuran dari Dinas terkait untuk menghentikan sementara aktifitasnya selama masa simulasi Protokol Kesehatan diterapkan, terangnya.

Meski sebelumnya Dinas Pariwisata dan Instansi terkait telah memberikan warning keras terhadap beraktifitasnya beberapa Karaoke Keluarga di Banyuwangi, namun hal tersebut tidak menciutkan nyali para pengusaha tempat hiburan tersebut untuk tetap buka dan beroperasi mengisi pundi-pundinya di tengah masa pandemic Covid 19.

Buktinya, setelah Heroes, kali ini Grand Royal yang TDUPnya sebenarnya RESTO bukan karaoke keluarga dan Ashika pun tak mau kalah. Karaoke Keluarga/Resto yang berlokasi di Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Rogojampi tersebut nekat buka meski sebelumnya sudah ada anjuran untuk menerapkan masa simulasi di masa pandemic.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Dewan LSM LP-RI Banyuwangi Sujiyono pun geram. Menurutnya, ini sama saja menganggap remeh dan merendahkan marwah dari Pemkab Banyuwangi. Dirinya pun menyesalkan sikap para aparat yang terkesan diam dan tidak menindak.

“Padahal sudah ada larangan gak boleh buka, ini kok Grand Royal dan Ashika malah nekat buka. Bahkan, D’Star pun ikut-ikutan buka. Maksudnya gimana? “ini kan sama saja menganggap remeh kebijakan Pemkab Banyuwangi, saya juga menyesalkan sikap aparat yang terkesan cuek. Harusnya langsung di tindak,” tegas Jiyon.

Seyogyanya Dinas Pariwisata Banyuwangi, lanjut aktifis muda ini, tidak perlu menunggu ditindaknya Karaoke Keluarga yang nekat beraktifitas atau menjual room sebelum masa simulasi Protokol Kesehatan berakhir. Disisi lain, dia berharap ada keseriusan dari pihak Pemkab Banyuwangi khususnya para aparat untuk menertibkan dan memberikan sanksi berat sebagai wujud shock teraphy kepada pengusaha yang nekat melanggar anturan Pemerintah.

“Sebenarnya gak perlu menunggu masa simulasi Protokol Kesehatan. Mau ikut pembinaan atau tidak, pokoknya kelihatan beroperasi, tindak saja. Itung-itung buat shock teraphy. Saat ini semua merasakan lumpuhnya perekonomian imbas Covid 19, namun mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan yang lebih banyak juga tidak benar,” pungkas Jiyon. (puji)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top