GEMPA DENGAN MAGNITUDO KECIL DI PURWAKARTA BISA SAJA MERUSAK, KARENA SANGAT DANGKAL

GEMPA DENGAN MAGNITUDO KECIL DI PURWAKARTA BISA SAJA MERUSAK, KARENA SANGAT DANGKAL

Berita Daerah 0 Comment 64

JAKARTA, GemantaraNews

Gempa yang terjadi di Purwakarta Jawa Barat pada Rabu (11/03/2020) malam, walau dengan kekuatan 3,7 Magnitudo bisa saja berdampak merusak karena sangat dangkal.
Hal tersebut dikatakan Daryono dari Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta Kamis

Daryono mengatakan, “Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan, tetapi sejarahnya pernah terjadi gempa merusak di wilayah tersebut”, katanya.

Dari hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa terjadi pada pukul 21.41.33 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,7. Episenter terletak pada koordinat 6,72 – LS dan 107,31- BT tepatnya berlokasi di Waduk Cirata dengan kedalaman dua kilometer.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) dan berdasarkan laporan dari masyarakat, menunjukkan gempa dirasakan di Cirata dan Plered, Kabupaten Purwakarta dengan Skala Intensitas III MMI. Warga merasakan guncangan seperti ada truk berlalu hingga menyebabkan warga berlarian keluar rumah.

Sementara itu gempa dirasakan juga dilaporkan dirasakan terjadi di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, dengan Skala Intensitas II MMI. Di wilayah tersebut warga hanya merasakan goyangan lemah.

Dengan memperhatikan lokasi Episenter (titik permukaan bumi) dan kedalaman Hiposenter (getaran kerak bumi) nya yang sangat dangkal hanya dua kilometer, diyakini bahwa gempa tersebut merupakan gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif.

Dengan Episenter gempa yang terletak di Waduk Cirata, maka diyakini bahwa yang menjadi pembangkit gempa adalah Sesar Cirata di Waduk Cirata.

Hasil kajian yang dilakukan oleh beberapa peneliti menunjukkan bahwa kegempaan mikro di wilayah Cirata memiliki kedalaman sangat dangkal kurang dari 10 kilometer dengan mekanisme sumber gempa yang didominasi oleh sesar naik.

Wilayah antara Cianjur dan Purwakarta termasuk daerah rawan gempa. Sejarah gempa merusak yang pernah terjadi di wilayah ini adalah Gempa Cianjur 1834 dan Gempa Purwakarta 1862.

“Menarik karena pusat gempa dekat dengan Bandung dan sebelumnya terjadi gempa di Sukabumi, meski sumber gempanya berbeda”, imbuhnya.

(Ant/edd.riff)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top