GAMPONG RANTO PANJANG SIMPANG JERNIH TIDAK BECUS KELOLA ADD

GAMPONG RANTO PANJANG SIMPANG JERNIH TIDAK BECUS KELOLA ADD

Berita Daerah 0 Comment 68

ACEH TIMUR, GemantaraNews

Sejak tahun pertama diluncurkan Tahun 2015 hingga Tahun 2018 lalu, pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Gampong Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur terkesan tidak becus oleh Geuchik berserta oknum perangkatnya.

Hal ini disampaikan oleh Badan Penelitian Aset Negara aliansi Indonesia (BPAN-AI) melalui Divisi Investigasi AI Aceh Tgk Mahmudin SH kepada media ini di Idi, Senin (27/01/20).

Kata Tgk mahmudin SH, “Dari hasil laporan beberapa warga masyarakat setempat peduli terhadap kesejahteraan Gampongnya, semua kegiatan bangunan sumber Dana Desa tidak termanfaatkan, bahkan juga terbengkalai”. Ujarnya.

“Negara sudah rugi milyaran rupiah di Gampong Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih tersebut, mulai Tahun 2015 hingga Tahun 2018 akibat ulah para oknum pemerintah Desa, terutama Geuchik selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), kegagalan pembangunan sumber DD di Gampong Rantau Panjang sebenarnya sudah pernah mencuat Tahun 2017 lalu, tetapi terkesan seolah – olah dibiarkan saja oleh pihak Pemerintah Daerah Aceh Timur, terutama instansi terkait”. Papar Tgk mahmudin SH.

Selanjutnya Tgk mahmudin SH menegaskan, “Saya minta ketegasan dari pihak Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG), serta pihak Yuridis di Aceh Timur untuk tidak membiarkan Negara dirugikan terus – menerus oleh oknum – oknum Pemerintah Gampong. Tindak tegas mereka yang diduga Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Dana ADD untuk pembangunan kebutuhan masyarakat”. Tegasnya.

Salah seorang warga Gampong Rantau Panjang Adi Kroet (40) berhasil dikonfirmasi wartawan di Dusun Bedari Gampong Rantau Panjang membenarkan terkait kegagalan alias tidak becus perangkat Gampong terutama Geuchik dalam kelola ADD.
Kata Adi “Setiap Tahun anggaran Desa tempat kami terbuang sia – sia, bangunan dibangun tetapi tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan tidak selesai pengerjaannya”. Jelasnya.

“Saya minta kepada pihak Hukum agar segera turun tangan menangani dugaan penyimpangan dan penyalah gunaan kewenangan Anggaran di Desa kami. Praktik dugaan KKN senantiasa meraja lela dalam tubuh Pemerintahan Gampong. Mohon tindak tegas sesuai prosudur hukum yang berlaku”. Tutup Adi.

Sementara media ini saat berita ini ditayangkan, belum berhasil menghubungi para perangkat, terutama Geuchik untuk dimintai keterangannya.(hamdani)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top