FPAU DESAK PENEGAK HUKUM MENGUSUT PEMBANGUNAN 4 UNIT RUMAH DHUAFA BERSUMBER DARI ANGGARAN DANA DESA DI ACEH UTARA.

FPAU DESAK PENEGAK HUKUM MENGUSUT PEMBANGUNAN 4 UNIT RUMAH DHUAFA BERSUMBER DARI ANGGARAN DANA DESA DI ACEH UTARA.

Berita Daerah 0 Comment 126

LHOKSUKON,GemantaraNews

Forum Pemuda Aceh Utara (FPAU) mendesak pihak penegak hukum untuk mengusut penyelewengan dana pembangunan 4 unit rumah rumah Dhuafa di Gampong Kampung Bantan, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, bantuan bersumber dari alokasi dana desa tahun anggaran tahun 2018 hingga saat ini belum juga diselesaikan.

Ketua FPAU Musfendi, Selasa (29/10) mengatakan, sebanyak 4 unit rumah bantuan bersumber dari alokasi dana desa tahun 2018 belum siap dikerjakan, namun anggarannya100 persen sudah dicairkan dalam rekening desa.

“Rumah alokasi dana desa 2018 type 36 tersebut belum selesai dikerjakan. Di salah satu rumah terlihat dinding bagian dalam belum diplester. Belum lagi plafon rumah hingga teras yang belum dikerjakan. Demikian juga kondisi pintu dan jendela yang belum dipasang. Kondisi ini terjadi di beberapa rumah di Gampong tersebut,” Ungkapnya.

Kemudian ia menyebutkan, akibat belum selesainya pembangunan rumah dhuafa tersebut. Salah satu calon penerima manfaat Armi warga Desa Kp.Banten dengan kondisi pisik cacat harus tetap bersabar menempati rumah lamanya, tanpa tahu pasti kapan bisa menempati rumah tersebut.

“Seharusnya para calon penerima bantuan sudah bisa menempati rumah bantuan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2018 itu,” Paparnya.

Selanjutnya Musfendi meminta, aparat penegak hukum untuk memproses dugaan kasus penyelewengan uang negara yang terbukti dengan sengaja tak menyelesaikan proyek rumah dhuafa.

“Kami meminta Penegak hukum untuk mengusut dugaan korupsi dana desa di Gampong Bantan,” ujarnya.

Pihaknya mensinyalir, adanya praktek melawan hukum yang dilakukan oleh Camat setempat yang merekomendasikan untuk pencairan dana desa tahun 2019. Karena anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan pembangunan rumah dialokasikan tahun 2018,

Kemudian ia menyebutkan, hingga berakhirnya masa jabatan Keuchik Gampong Bantan pada sekitar bulan April lalu, rumah tersebut tak kunjung selesai dikerjakan.

“Tahun sudah menunjukan bulan Oktober 2019, sementara rumah itu dibangun tahun 2018 belum 100 persen dikerjakan. Disini saja sudah jelas tindak pidananya. Lalu, bagaimana bisa dalam hal ini Camat Cot Girek merekomendasikan untuk pencairan dana desa untuk Kp. Bantan, sementara realisasi kegiatan di lapangan belum 100 persen. Kami menduga ada upaya upaya tindakan melangar hukum dalam kasus ini,” ucapnya.

Sementara itu Camat Cot Girek Drs Maksun MAP melalui Kasie PMD, M. Daud saat konfirmasi terkait tersebut persoalan tersebut menyebutkan, pihaknya membenarkan kondisi rumah bantuan belum juga selesai dikerjakan. Tetapi Iahak kecamatan telah memanggil Keuchik Gampong Bantan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Sudah kami panggil dan keuchik tersebut sudah menghadap camat, tapi saya tidak ikut dalam pertemuan yang waktu itu sekitar bulan Februari 2019. Saya dengar hasilnya, mantan Keuchik Ibrahim itu komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan, Sehingga kita buat surat perjanjian pertanggung jawaban Keuchik lama bahwa rumah itu akan dikerjakannya hingga selesai. Saya tidak mau menerima resiko, karena itu kan bukan di masa saya,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan, rumah dhuafa yang dibangun tahun 2018 itu sebanyak 6 unit. Baru 2 unit yang selesai dan ditempati. 4 unit lainnya belum siap.

Kemudian M. Nur Pj Keuchik Gampong Bantan mengatakan, dirinya baru diangkat menjadi Pj Keuchik pada pertengahan tahun ini atau sekira bulan Mei. Dirinya baru mengetahui 4 unit rumah bantuan itu tidak selesai dikerjakan. Ia berinisiatif untuk memanggil keuchik demisioner.

Mantan Geuchik Gampong Bantan Ibrahim yang dihubungi via telepon mengatakan dengan singkat bahwa dirinya tidak ada lagi wewenang terkait persoalan tersebut.

Keterangan Foto : Pembangunan rumah Dhuafa di Gampong Kampung Bantan, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, yang bersumber dari alokasi dana desa tahun anggaran tahun 2018 belum selesai dikerjakan. ( Sayful )

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top