DUGAAN ADANYA CAFE REMANG-REMANG WARGA DESA SEI TAMPANG DALAM RAPAT MUSYAWARAH DI KANTOR KECAMATAN BILAH HILIR MEMINTA PIHAK MUSPIKA MENUTUP TEMPAT TERSEBUT

DUGAAN ADANYA CAFE REMANG-REMANG WARGA DESA SEI TAMPANG DALAM RAPAT MUSYAWARAH DI KANTOR KECAMATAN BILAH HILIR MEMINTA PIHAK MUSPIKA MENUTUP TEMPAT TERSEBUT

Berita Daerah 0 Comment 43

LABUHANBATU, GemantaraNews

Warga meminta dalam Rapat Muspika yang di selengarakan di kantor camat Bilah Hilir. Meminta agar cafe remang – remang yang ada di Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Provinsi Sumatera Utara agar ditutup, Rabu 27/11/2019.

Aksi warga dengan melayangkan surat permohonan kepada jajaran muspika untuk melakukan penutupan terhadap cafe remang – remang mendapat tanggapan baik dari pihak muspika setempat, sebab diduga pemilik cafe selain menyediakan minuman tuak dan bir diduga juga turut menyediakan wanita penghibur alias (psk), ucap R Sianturi warga Desa Sei Tampang

Bangun Siregar Spd selaku Camat Bilah Hilir dan turut hadir Danramil 09 kapten Inf. Sopian Sufri serta Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir, F Sigiro SH dan Kanit Intel Ipda. Roky Sianturi. Masing- masing memberikan kata sambutan serta pandangan yang baik kepada beberapa warga dan terlebih pemilik cafe, agar dalam hal permasalahan ini di himbau dengan sangat kepada warga agar tidak melakukan hal – hal yang nanti dapat melanggar ketentuan hukum serta merugikan diri sendiri.

Bangun Siregar Spd melakukan pendataan terhadap pemilik Cafe dan bertanya langsung, mengenai hal apa saja yang di sediakan di tempat cafe tersebut. Adapun jawab dari pemilik cafe simpati/cafe rambutan/cafe pinggir sungai, yang tidak ingin masing – masing disebutkan identitasnya mengatakan, kami disana hanya menjual tuak dan bir serta tidak pernah menyediakan wanita penghibur, ucapnya.

Ormas Islam JPRMI (Jaringan Pemuda Remaja Mesjid Indonesia) Ustad. Apri memberikan pesan kepada pemilik cafe agar lekas sadar dan segera menutup tempat usaha cafe di seputaran jalan sidomulyo yang diduga bukan hanya menjual minuman saja, namun juga diduga menyediakan wanita penghibur alias (psk) dalam hal ini akan mengambil sikap tegas dan teratur untuk melakukan pengawasan secara bergantian terhadap cafe tersebut, tegas Ustad Apri.

Darwin Situmeang mengatakan, saya rasa jika sebatas melakukan usaha menjual minuman tuak tidak ada masalah, yang jadi masalah ketika pihak cafe diduga turut menyediakan wanita penghibur, tandasnya.

Bangun Siregar Spd memberikan himbauan kepada pemilik cafe agar benar-benar ikuti aturan, serta turut meminta kepada warga dan ormas islam (JPRMI) Jaringan Pemuda Remaja Mesjid Indonesia, agar memberikan waktu dan kesempatan kepada kami pihak muspika untuk melakukan penindak lanjutan penyelesain terhadap tuntutan warga, tegas Camat Bilah Hilir.
(agus ch.biro sumut)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top