DUA KELUARGA DUSUN VIII MARGO TOTO METRO KIBANG LUPUT DARI PERHATIAN PEMERINTAH

DUA KELUARGA DUSUN VIII MARGO TOTO METRO KIBANG LUPUT DARI PERHATIAN PEMERINTAH

Berita Daerah 0 Comment 190

LAMPUNG TIMUR, GemantaraNews

Sebagaimana bunyi dari sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ternyata hal itu belumlah dapat menyentuh apalagi sampai di rasakan oleh Rakyat Indonesia.terbukti di tengah hiruk pikuk bahkan gemuruh suara Pemerintah yang selalu berjanji akan senantiasa selalu ingin mensejahterahkan Rakyat.justru fenomena yang saat ini terjadi yang mana kesengsaraan, kemiskinan dan kesusahan masih saja hanya jadi tontonan belaka.

Sukino dan Tukatno dua Keluarga yang sama sama masih satu Dusun yaitu Dusun VIII. Desa Margototo. Kecamatan Metro Kibang. Kabupaten Lampung Timur ini adalah dua keluarga miskin yang luput dari Pemerintah, baik Pemerintah Desa Maupun Pusat.

Seperti Sukino dan Jiem adalah pasangan yang sudah lanjut usia mereka menjalani hidup hanya bisa berharap dari belas kasihan dari tetangga kiri kanan dan keponakannya, sedangkan Sukino sendiri sudah tidak bisa beraktivitas mengingat sudah sekian Tahun Sukino dalam keadaan lumpuh.

Saat Awak Media ini mengunjungi kediaman mereka dengan keadaan yang begitu memiriskan selain Sukino dan Jiem dari usianya yang telah tua juga keadaan rumah yang teramat memprihatinkan atau dapat di bilang rumah tersebut seharusnya masuk dalam katagori tidak layak huni.
Menurut Sumiem salah satu Anak Keponakan Sukino bahwasannya selain hanya kartu BPJS Sukino tidak pernah mendapatkan bantuan apa apa dari Pemerintah. bahkan saat Sumiem menanyakan berkaitan hal tersebut kepada salah satu pengurus yang menangani terkaitan bantuan justru jawabnya karena Sukino Rumahnya masih satu pekarangan dengan dia ( Sumiem) maka hal itu pun sontak membuat menjadi pertanyaan Sumiem, terus apa beda Sukino dengan Sarmo yang sementara Sarmo sendiri juga masih satu pekarangan dengan Karti.selain itu juga Sumiem juga menegaskan bahwasannya Pamong di sini(Bayan) tidak open atau peduli dengan keberadaan masyarakatnya seperti dengan Sukino .tandasnya Selain itu Sumiem juga menambahkan bahwasannya beberapa waktu lalu mencoba mengajukan terkait bantuan Pemerintah melalui Mbak Ten.imbuhnya.
Hal serupa juga di alami oleh Keluarga Tukatno dengan Dusun yang sama bahwasannya selain dia harus merawat istrinya yang sakit sakitan terus dia juga harus mengurus dua anak sementara Riadi anak sulung Tukatno kondisi kejiwaannya terganggu dan anak yang kedu masih duduk di bangku kelas VI di SDN 03 Margototo.
Ironi lagi justru Tukatno selama ini tidak pernah juga mendapatkan bantuan berbentuk apapun kecuali bantuan beras seberat 3 Kg. dengan cara harus menebusnya sebesar Rp.2000 (Dua Ribu Rupiah). Sedangkan dia juga harus selalu berobat istrinya yang menurut Dokter mengidap penyakit Mag kronis sedangkan menurut pengakuan Tukatno jangankan mau atau untuk buat BPJS buat makan sehari hari saja sangat kurang, Jadi hanya bermodalkan surat keterangan miskin yang di buat dari Desa itulah modal Sukatno untuk membawa istrinya berobat ke Puskesmas Metro Kibang.

Saat ditanya kenapa gak buat atau mengajukan pembuatan BPJS gratis, jawabnya karena kata pak Bayan Sumpono syaratnya harus buat KTP dulu ucapnya, bagaimana saya mau buat KTP lagi sedangkan yang lama saja belum jadi, ungkapnya.

Untuk itu pula Sumaidi anak bungsu Sukatno yang saat ini duduk di sekolah SDN 03 Margototo selama itu pula anak Didik pun hanya mendapatkan bantuan hanya dua kali yaitu pada waktu kelas 1 mendapat bantuan sebesar Rp.250.000 dan kelas V sebesar Rp.450.000. selebihnya tidak pernah mendapat apa apa hingga sampai saat ini, pungkasnya.

Pertanyaannya, siapa yang harus memperhatikan apabila ada warga disekitar atau lingkungan pada satu Wilayah tertentu di Negeri ini yang benar – benar memerlukan bantuan, Lalu bagaimana dengan Pemerintahan setempat Kades (Lurah) atau pun pemangku Wilayah seperti RT,RW setempat yang ada disitu berbuat masa bodoh atau tidak peduli terhadap warganya tersebut.

Semestinya dalam hal ini yang wajib bertanggung jawab atas kesengsaraan Rakyat siapa atau justru karena kurangnya kepekaan mulai dari pemangku.(bambang)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top