DPRD SUARAKAN KONDISI KEHIDUPAN PENGUNGSI SUKAJAYA YANG SUDAH TIDAK MANUSIAWI

DPRD SUARAKAN KONDISI KEHIDUPAN PENGUNGSI SUKAJAYA YANG SUDAH TIDAK MANUSIAWI

Politik 0 Comment 143

KAB. BOGORG, GAemantaraNews

Memasuki 22 hari pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluluh lantakkan lebih dari 4000 rumah dan mengakibatkan kurang lebih 17.000 orang harus mengungsi di tenda-tenda pengungsian swadaya yang jauh dari kata layak.

Adalah Aan Triana Al Muharom, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, yang mencoba menyuarakan kegelisahannya saat melihat para pengungsi yang ada di tenda-tenda darurat (Kamis, 23 Januari 2020), menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor harus segera berinisiatif dengan merangkul semua pihak untuk segera mencarikan solusi terbaik tempat tinggal bagi para pengungsi di Sukajaya.

“Miris lihat tenda-tenda daruratnya, kalau hanya untuk sementara minimal 7 hari tanggap darurat masih ok lah, tapi kalau sampai sudah 20an hari mah sudah ga manusiawi, mereka harus tidur dan interaksi di tenda-tenda sempit beralaskan tanah yang sewaktu-waktu bisa mengundang binatang-binatang suspect penyakit seperti tikus, anjing ataupun ular.” Ujar Aan yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD ini.

Aan menambahkan, “Dari sisi kesehatan pun ini sangat beresiko, dengan dinginnya cuaca diluar ditambah hujan yang masih tidak bisa diprediksi, belum lagi faktor sanitasi dan MCK yang tidak standart pasti akan menimbulkan banyak masalah kesehatan baru dan ini sudah terjadi dengan penuhnya posko-posko kesehatan yang ada di beberapa titik lokasi pengungsian di Sukajaya.”

Gubernur Jabar dalam rilis persnya, 17 Januari 2020 sudah menyatakan akan memerintahkan Bupati Bogor untuk menerbitkan SK bantuan bagi para korban bencana yang rumahnya rusak ringan akan diganti uang 25jt dan yang rusak berat akan di beri penggantian 50jt, serta akan dibuatkan Hunian Tetap (Huntap) di lahan baru yang lebih aman.

“Kalau saya terus terang sangat mengapresiasi langkah ini, akan tetapi mohon dipertimbangkan, kalau perlu lihat langsung atau sekali-kali nginap dan bermalam di tenda-tenda pengungsian sementara agar tahu rasanya disana dan bisa segera ambil sikap terbaik, ini masyarakat Kabupaten Bogor juga, mereka sudah jatuh mental nya dengan adanya bencana alam yang menghancurkan harta bendanya dan bahkan nyawa keluarga nya, masa pasca bencana juga tidak ada pihak berwenang yang segera bergerak mencarikan solusi, mereka manusia lho !!!” Tutup Aan mengakhiri pembicarannya.

Ketika dimintai keterangan via pesan singkat (Kamis, 23 Januari 2020), Daen Nuhdiana Anggota Komisi IV DPRD Kab Bogor yang membawahi sektor pendidikan ini juga menyoroti permasalahan belum aktifnya peserta didik sampai hari ini, “Anak-anak sekolah yang sampai hari ini pun belum aktif belajar karena mungkin semua perangkat sekolah mereka bahkan fasilitas sekolah pun banyak yang hancur, ini semua harus menjadi concern khusus buat Pemerintah Kabupaten Bogor, seharusnya diperiode tanggap darurat bencana ini Pemkab sudah memikirkan untuk segera menghadirkan sekolah-sekolah darurat di lokasi bencana.” Ujar anggota DPRD asal dapil V Kab Bogor ini.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto saat diminitai keterangan menyatakan akan mencoba berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk membantu mencarikan solusi sementara, “Jujur saya sangat miris ketika meninjau tenda-tenda pengungsian yang ada, jauh dari kata layak, makanya kalau nunggu HUNTAP ini prosesnya masih butuh waktu mulai dari pendataan dan mencaru lokasi yang sesuai dengan kajian ilmiah terkait keamanannya, kalau saya tetap akan mendorong Hunian Sementara (HUNTARA) agar para pengungsi bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih manusiawi sambil menunggu persiapan pembangunan kembali semua infrastruktur.” (Is)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top