DIDUGA  PUSKESMAS SAPEKEN LAKUKAN KOLABORASI PUNGUTAN LIAR

DIDUGA PUSKESMAS SAPEKEN LAKUKAN KOLABORASI PUNGUTAN LIAR

Hukum 0 Comment 221

SUMENEP, GemantaraNews

Ditengah pandemi covid-19 ini, warga kepulauan sumenep dikejutkan dengan selembaran kertas yang berisi pengumuman pengembalian uang keterangan sehat sebesar 20 ribu rupiah oleh pihak puskesmas kecamatan sapeken, Madura, Jawa Timur.

Pengembalian uang warga yang dilakukan oleh pihak puskesmas kecamatan sapeken ini merupakan bukti bahwa diduga warga kepulauan dijadikan kesempatan untuk meraih keuntungan.

Sangat disayangkan, pengumuman pengembalian uang yang oleh pihak puskesmas sapeken dilakukan setelah ramai jadi perbincangan Publik warga kepuluan.

Sayangnya, dalam isi potret pengumuman berupa kertas dari pihak puskesmas sapeken mengundang pertanyaan berbagai pihak. karena, orang-orang yang dipungut biaya tersebut merasa kaget, sebab menurut mereka surat keterangan sehat tidak biasanya dipungut biaya.

Bahkan, pihak puskesmas sendiri menyatakan bagi warga kepulauan yang ingin mendapatkan surat keterangan sehat dari puskesmas Sapeken dikenakan biaya sebesar 20 ribu rupiah. apalagi, warga kepulauan yang akan bepergian keluar daerah melalui kapal laut sabuk nusantara 115. dalam hal ini, nampaknya mereka tidak ada rasa takut dengan pemungutan biaya tersebut. diduga pemungutan bisaya tersebut dijadikan kesempatan untuk meraih keuntungan, karena warga kepualauan dianggapnya tidak akan tahu dan memahami dalam keadaan seperti ini.

Seorang warga kepulauan AM (Inisial) menyatakan, penumpang yang di pungut biaya 20 ribu rupiah kurang lebih seratus orang penumpang kapal. saat itu, ada dua kapal yang akan berlayar ke Sumenep, diantaranya kapal Sabuk Nusantara 115 dan DBS Sumekar 1. sementara itu, bagi penumpang Sabuk Nusantara 115 tidak perkenankan penumpang naik kapal kalau tidak disertai surat ketetangan dari puskesmas setempat.”Kata amir saat dikonfirmasi oleh media ini. Jum’at, 29/5/2020.

Menurutnya, setiap penumpang harus mendaftar namanya di loket tiket, dan dipelayanan loket akan ada penjelasan dari salah perawat bahwa surat keterangan sehat ada biaya sebesar 20 ribu rupiah. lalu, disuruh mendatangi mendatangi bagian tensi. Tapi, surat edaran dilakukan publikasi saat kapal sudah berlayar. masa kapal sudah berlayar kami disuruh balik kedarat. diduga ini hanya bagian dari akal akalan mereka, karena mereka mengatakan pungutan biaya dilakukan untuk mengganti biaya Foto Copy beberapa ratus lembar kertas,” Tuturnya dengan nada kesal

Bahkan, dalam pemeriksaan kesehatan disaksikan oleh Kapus, bagian covid dll. tapi dengan adanya pembiayaan seperti itu mereka seakan tidak takut ketahuan pihak lain. padahal, di Puskesmas lain yang berada dikepulauan tidak pernah dengar adanya pungutan biaya surat keterangan sehat, tapi kenapa di puskesmas Sapeken ada, tentunya ini mengundang banyak pertanyaan semua pihak dan diduga ini bagian dari kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

Mengeanai hal inj, kadinkes Kabupaten Sumenep Agus Mulyono menyatakan, adanya temuan ini akan kami telusuri kebenarannya. jika hal tersebut benar terjadi maka akan kami kenakan sangsi.

Perlu diketahui oleh masyarakat, rapid test tidak ada dipuskemas. misalkan ada pihak puskesmas mengaku ada itu tidak benar. perlu dipertanyakan kebenarannya mereka dapat dari mana. pasalnya, dinas kesehatan sendiri tidak membekali mereka Apd rapid test,” katanya.( Noung daeng )

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top