DIDUGA PENUH INTRIK DALAM PILKADES NAMPI REJO DEMI MEMENANGKAN SESEORANG

DIDUGA PENUH INTRIK DALAM PILKADES NAMPI REJO DEMI MEMENANGKAN SESEORANG

Politik 0 Comment 63

LAMPUNG, Gemantaranews

Sepertinya dengan terpilihnya Rianto sebagai Kepala Desa Nampi Rejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. layak di tinjau kembali atau diperiksa oleh instansi terkait, mengingat sejak Rianto menjabat PJ, yang menggantikan orang Tuanya sebagai Kepala Desa, (Alm) Misro.

Ada sebuah ketimpangan dan kejanggalan yang pada saat itu dilakukan oleh aparatur Desa dalam mengangkat Rianto sebagai PJ untuk menggantikan Almarhum Orang Tuanya.
Sedangkan pada saat itu Rianto tidak ada dalam struktur aparat Desa artinya Dia tidak layak bila harus di angkat PJ untuk menjalankan roda Pemerintah Desa.

Ironinya justru setelah Rianto menjabat PJ satu Tahun dari 2014 hingga sampai 2015 dan setelah itu diadakan Pemilihan Kepala Desa, yang Notabenya sebagai bentuk Demokrasi. Akan tetapi Pemilihan yang dikemas dengan nama Demokrasi itu ternyata hanya sebuah akal akalan untuk membodohi dan membohongi Masyarakat, terlihat dimana dari kurang lebih 3000 mata pilih yang ada di Desa setempat, ternyata dalam proses Pemilihan itu hanya di ambil dalam KK satu pemilih yang diwajibkan untuk memilih.

Pertanyaannya Demokrasi macam apa yang telah diterapkan oleh Panitia Pilkades.
Selanjutnya menurut Tarmuji selaku Sekretaris Desa yang pada saat itu dia juga sebagai Panitia dalam penyusunan Adminitrasi terkait Pengangkatan Rianto mulai jadi PJ hingga dilakukannya pemilihan Kepala Desa, itu semua dilakukan semata mata karena Rianto selaku anak Kepala Desa pada waktu itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Wariyono selaku BPD di Dusun IV dan V, bahwasannya pengangkatan dan pemilihan tersebut didasari karena sebuah Toleransi terhadap Rianto Dengan adanya sistem politik kotor yang tidak semestinya terjadi di tingkat level terendah yakni di tingkat Desa.

Dalam Berdemokrasi selayaknya hal ini bagi Pemerintah maupun lnstansi terkait agar sekiranya memanggil dan memeriksa bagi siapa pun yang terlibat bahkan merencanakan pengangkatan atau pemilihan Kepala Desa Nampi Rejo. Demi terciptanya sebuah kebebasan dalam berdemokrasi bagi Masyarakat, karena tidak ada bahkan belum pernah ada Undang Undangnya yang mengatur tentang pengangkatan seorang Kepala Desa hanya di lihat dari keturunan atau hanya berdalilkan toleransi. lebih terkait pemilihan Kepala Desa yang di batasi satu KK satu pemilih. jelas ini telah menyalahi aturan atau Undang Undang yang berlaku.(Bambang)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top