DIDUGA PENGELOLAAN BUMG TEUNGKU DIBANDA PIRAK TAK BERES

DIDUGA PENGELOLAAN BUMG TEUNGKU DIBANDA PIRAK TAK BERES

Berita Daerah 0 Comment 90

LHOKSUKON, GemantaraNews

Diduga operasional Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), Teungku Dibanda Pirak Kecmatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara sarat dengan penyelewengan.

Dugaan ini berdasarkan informasi dari masyarakat kemudia Gemantara News melakukan penelusuran ke Gampong tersebut pada hari Senin 30/12/19.

Bayangkan saja, dalam tiga tahun sejak 2016 Gampong Teungku Dibanda Pirak mengusulkan anggaran Rp 300 juta lebih untuk penyertaan modal BUMG, namun keuntungan yang diperoleh Rp 0 rupiah per tahun.

Terindikasi adanya dugaan korupsi dana desa tadi. Sebab, dalam membuka usaha BUMG Gampong Teungku Dibanda Pirak terkesan menghabiskan modal besar dengan hasil dan keuntungan yang tidak ada sama sekali.

Muhammad Nasir Geuchik Gampong Teungku Dibanda Pirak saat di konfirmasi awak media menjelaskan, “Pernyertaan modal BUMG pertama sekali tahun 2016 dengan jumlah Rp.319 juta dan kami salurkan untuk usaha penggemukan 24 ekor sapi, 1unit pabrik padi keliling dan pengadaan pupuk serta racun peptisida untuk usaha tani. Jelasnya.

“Namun itu tidak berjalan maksimal karena penerima penyertaan modal tidak menyetor kembali disaat tiba waktuny pengembalian modal, pengemukan sapi dengan modal awal berkisar 7 jutaan saat di jual hanya laku 5 juta dan pabrik keliling juga tidak beroprasi sehingga kami tidak bisa memperoleh keuntungan malah rugi yang ada. Lanjutnya.

Ironisnya di buku rekening Bank pengurus BUMG tercantum foto dan nama Geuchik Teungku Dibanda Pirak hingga timbul berbagai dugaan dikalangan masyarakat.
Namun Muhammad Nasir membenarkan hal tersebut beliau mengatakan, ” pertama kali saya tidak tau persyarat untuk membuka rekening BUMG, saya tanya ke BPD matang Kuli, pihak Bank mengatakan syaratnya harus ada Geuchik, ketua dan bedahara BUMG, dan dana awal yang sudah berhasil kami tarik balek dari peminjam modal kami pergunakan untuk pembelian tanah sawah sebagai aseb Gampong lebih kurang 3200 meter persegi dengan harga 90 juta dan pembebasan peluasan halaman meunasah 5×200 meter dengan harga 200 permeter dan itu sesuai dengan hasil kesepakatan musyawarah bersama tokoh dan masyarakat”. Katanya

“Saya mengaku benar-benar lupa untuk mengubah buku Spasimen Bank saat mengantikan pengurus BUMG baru pada 2018 lalu. Sementara sisa dana dari hasil belanja tersebut sudah kami serah terimakan ke Ketua pengurus BUMG yang baru sebanyak 83 juta rupiah”. Jelasnya

M. Yusuf. A Ketua aktif Melalui Musliadi Bendahara BUMG pirak Jaya hanya mengharapkan, “Kepada Geusyik dan Ketua BUMG sebelum Nya Dapat segera menyerahkan Seluruh aset BUMG kepada pengurus baru untuk di kelola dan dijalankan agar penyertaan modal bisa berputar dan menghasilkan keuntungan. Baik surat Menyurat dan Laporan penyaluran Aset BUMG kepihak nya, Supaya diperjelas sehingga Pihak Pengurus BUMG sekarang Bisa melanjutkan Program Yang sudah ada, misal nya pembelian sepetak lahan sawah, data penerima pupuk dan racun, kemudian gedung BUMG yang sudah dibangun supaya masyarakat tau Dana Dana BUMG itu kemana Di gunakan,kalau Itu Tidak diserahkan Bagaimana kita Melanjutkan”,kata nya. ( Gmt: Sayful)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top