DIDUGA KEBAL HUKUM, PURWAKARTA BAGAIKAN SURGA BAGI PARA PENGUSAHA GALIAN TANAH ILEGAL

DIDUGA KEBAL HUKUM, PURWAKARTA BAGAIKAN SURGA BAGI PARA PENGUSAHA GALIAN TANAH ILEGAL

Hukum 0 Comment 108

PURWAKARTA.GemantaraNews

Kesepakatan bersama yang telah ditetapkan antara Pengusaha galian tanah dengan Komisi I DPRD Purwakarta (17/6/2020) pada saat rapat koordinasi waktu lalu, agar menghentikan kegiatanya sebelum memiliki ijin dianggap bagaikan angin lalu. terbukti Para pengusaha galian tanah ilegal tetap saja beroperasi seakan kebal hukum.

Pemantauan Gemantara News dibeberapa lokasi, secara umum. berbagai paktor akan menyebabkan terjadinya tanah longsor, dengan kondisi tanah lereng atau tebing akan menimbulkan bencana seperti lokasi galian tanah ilegal diwilayah kampung Sadang RT 13/05 Desa mulya mekar kecamatan babakan cikao kàbupaten purwakarta.

Lokasi tersebut sangat mengkwatirkan dengan adanya galian tanah sampai ke pinggir Rumah warga, kurang lebih jarak dari dinding rumah 3 meter dengan dengan kedalaman sekitar 6 meter dikwatirkan, dikala ada penggerakan tanah dan musim hujan air akan masuk ke sela permukaan tebing yang curam dan mendorong tanah yang bisa mengakibatkan tanah tersebut turun dan longsor .

Hasil penelusuran dilapangan (24/7/2020) Bahwa lokasi galian tanah ilegal diduga telah merusak lingkungan dan akan berdampak timbulnya bencana erosi yang akan merugikan warga sekitar.

Beberapa waktu lalu, Bupati purwakarta Hj anne Ranta Mustika telah melakukan sidak kelokasi serta melakukan Polis line, tapi pengusaha tetap menggali sampai sekarang seakan tidak tersentuh hukum dan tidak menghiraukan atauran yang di buat pemerintahan purwakarta.

yang paling herannya aturan hukum di kabupaten Purwakarta seakan tidak kuasa untuk menutup pengusaha galian yang bakal menimbulkan bencana hususnya warga yang digali kepinggir pemukiman dan sampai sekarang ini pengusaha masih tetap peroprasi .

Terutama Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Mulyamekar sangat berdekatan dengan lokasi galian apabila terjadi kesalahan teknis maka dikwatirkan Pipa PDAM bisa jebol.

Ketua Lembaga Perdayaan Masyarakat (LPM) Desa Mulyamekar ketika dikonfirmasi mengatakan, LPM dan PT PMJ akan tetap meneruskan penggalian dengan dalih akan membuat perkebunan duren musangkin dan alpukat tanpa memperhitungkan dampaknya. “semua ini kami lakukan untuk Memperdayaan Masyarakat Mulyamekar akan lebih baik lagi kedepan dan mengurangi pengangguran” ujarnya beralasan.

Dalam hal ini hendaknya pemerintahan kabupaten Purwakarta serta aparat kepolisian diminta agar lebih tegas lagi menidak para pengusaha nakal siapapun dibelakangnya agar tidak berdampak yang mengakibatkan terjadinya bencana yang merugikan masyarakat.(endin/Robin)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top