DI DUGA PONDOK PESANTREN NURUL QUR,AN DI JADIKAN TEMPAT MESUM

DI DUGA PONDOK PESANTREN NURUL QUR,AN DI JADIKAN TEMPAT MESUM

Berita Daerah 0 Comment 1020

LAMPUNG SELATAN, GemantaraNews

Sebagaimana lazimnya Pondok Pesantren indentik dengan ajaran Agama Islam, dan Pondok Pesantren juga merupakan tempat yang selalu di jadikan sebuah kebanggaan bagi setiap orang tua dan yang di idam idamkan oleh orang tua bagi anaknya yang ingin menuntut ilmu agama khususnya Agama Islam.

Lain halnya Pondok Pesantren Nurul Qur,an yang berada di bilangan Desa Sukadamai Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. ternyata Pondok tersebut di sinyalir tempat perbuatan mesum bagi santi dan santriwati sebut saja salah satu Nama Bunga dan NRNama pelaku yang di samarkan yang mana dalam pengakuannya Bunga dan NR melakukan perbuatan Mesum itu ada di dalam lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qur,an di bawah asuhan Kiyai berinisial FJN.

Awal isu yang berkembang di Masyarakat dan Keluarga bahwasannya kehamilan Bunga itu merupakan perbuatan Pengasuh Pondok tersebut(FJN) sendiri.

Berkat santernya isu yang menyatakan bahwasannya Anak yang di kandung Bunga itu adalah merupakan hasil titisan yang tidak tahu arti titisan tersebut serta untuk membuktikan suatu kebenaran isu tersebut maka dari beberapa warga sekitar dan dari pihak Keluarga Bungga sendiri melaporkan hal tersebut kepada Awak Media.yang sehingganya tim dari tiga Awak Media melakukan investigasi guna menggali sumber yang akurat dan dapat di pertanggungjawabkan.

Saat Tim tiga Awak Media Gemantara News, Bhayangkara One serta Media Metro Indonesia dan Media 86. melakukan konfirmasi di kediaman Bunga Jum,at malam 25/10/19
yang kebetulan pada saat Bunga yang di dampingi oleh NR dan Orang tuanya, sumber yang di dapat dari Bunga bahwasanya benar adanya bila Bunga dan NR telah melakukan perbuatan yang terlarang atau Mesum dengan alasan suka sama suka.ungkapnya.

Selanjutnya menurut NR yang dalam pengakuannya mereka telah melakukan pernikahan di Kabupaten Mesuji atau di mana tempat tinggal NR atau Kampung dan selain itu NR juga mengutarakan bahwasannya perbuatan tersebut mereka lakukan di dalam kamar kosong yang ada di Pondok Pesantren itu.dan NR juga sudah tidak ingat berapa kali ia melakukan perbuatan zinah itu.mengingat NR sendiri pada saat itu statusnya bukan mondok atau sebagai santri di pondok itu sendiri secara permanen dalam arti NR hanya sebatas belajar mengaji setelah beberapa hari persediaan atau bekal untuk hidup habis NR langsung pulang ke Kampung( Mesuji Desa Tebing Tinggi ) dan setelah mendapatkan bekal hidup baru NR kembali lagi meneruskan belajarnya di Pondok Pesantren tersebut.

Dari penelusuran dan beberapa pengakuan Narasumber yang tidak mau di sebut namanya dan penyampainya bahwa sebagai mana hal itu memang benar adanya bahwasannya antara Bunga dan NR telah menikah dan pernikahan itu di laksanakan di Kampung NR. akan tetapi mirisnya lagi pada saat melakukan akad Nikah bukan hanya Bunga dan NR saja melainkan pada saat itu dan waktu yang bersamaan ada juga tetangga NR yang melakukan Akad Nikah dan kedua orang tersebut juga merupakan Santi dan Santriwati di pondok Nurul Qur,an.namun berkaitan teman SR yang pada saat itu melakukan pernikahan saya tidak ingat nama keduanya melainkan saya hanya ingat bahwasannya perempuannya berasal dari Kabupaten Pesawaran. dan yang lebih ironi nya lagi justru FJN saat di beri kuasa terhadap wali dari Bunga untuk menikahkan mereka justru FJN tidak bisa melakukannya bahkan sebaliknya FJN mewakilkan terhadap Penghulu di Kampung itu sendiri.

Selebihnya nara sumber juga menambahkan bahwa pada saat ingin mengantar Bunga ketempat NR hanya beberapa anak anak dengan FJN saja bukan orang tua wali dari Bunga. selain itu juga saat di konfir terkait Santri yang mondok di Pondok tersebut sumber juga menegaskan bahwasannya tempat atau Pondok itu pun sepi dalam arti tidak ada orang Dewasa yang mondok di situ kecuali anak anak di bawah umur itu pun tidak lebih dari sepuluh anak tegasnya.

Hal serupa juga di amini oleh salah satu sahabat FJN yang sama sama menyandang sebagai seorang kiyai. ia pun mrnuturkan bahwasannya kurang lebih dua Tahun ini FJN memang selalu menutup diri atau sangat tertutup untuk orang luar tuturnya.

Sedangkan dari pengakuan Warga sekitar bahwa FJN tidak pernah peduli atau membaur bersama Masyarakat sekitar, bahkan yang herannya lagi kita depan Rumah FJN ada yang meninggal FJN pun tidak mau melayat sebagaimana umumnya di Masyarakat kata Paijo Jeglik salah satu warga tetangga FJN.bahkan mereka mengutarakan bagai mana mungkin ada seorang gadis yang hamil dengan orang luar sementara yang mondok di situ selama ini tidak ada laki laki yang sudah Dewasa jadi dari mana Bunga itu bisa hamil dengan orang luar.tandasnya.

Pertanyaannya. bagaimana mungkin Bunga bisa melakukan Zinah hingga hamil dengan orang luar kalau saja tidak adanya pembiaran dari pengasuh pondok itu sendiri atau justru boleh su uzon jangan jangan ada apa dengan FJN sendiri dengan Bunga jangan jangan NR sendiri hanya bagian topeng saja buat FJN. sementara yang nama Pondok Pesantren itu biasanya ada pembatasan yang sangat kuat dan ketat antara perempuan dan laki laki. akan tetapi bagaimana mungkin pula Bunga bisa berhubungan intim alias berzinah bin Mesum dengan NR lebih lebih itu di dalam kamar pisan. berarti dengan adanya peristiwa atau kejadian yang di alami Bunga dan satu kawannya yang dari Pesawaran itu patut di duga bahkan di tuding bahwasannya Pondok Pesantren Nurul Qur,an itu selain tempat mencari ilmu Agama juga merupakan tempat maksiat. atau justru apa yang terjadi itu merupakan bagian runtunan dari sebuah kepercayaan atau keyakinan bagi pengasuh bahkan sebagai pemilik Pondok Pesantren.mengingat dengan adanya dua Pasangan Mesum itu hanya dengan hitungan Hari kurang lebih 90 Hari pasca menikah mereka hanya selisih kurang lebih 10 Hari keduanya telah melahirkan bayi. artinya masih layak kah FJN itu di sebut kiyai atau masih pantaskah Pondok Pesantren itu di sebut gudangnya ilmu Agama kalau pada kenyataannya selama Pondok itu berdiri belum pernah melahirkan seorang ustad atau yang menjadi pemuka agama melainkan hanya bisa melahirkan sebuah keaif pan dan kebebasan untuk berbuat zinah.

Hingga di terbitkan berita ini Pemilik atau Pengasuh Pondok Pesantren belum dapat dan di temui untuk di mintai keterangan nya berkaitan kejadian yang di alami oleh Bunga dan Temannya.

Bersamaan isu yang berkembang saat ini dari apa yang di alami Bunga menuai pertanyaan Masyarakat luas bahkan menjadi tanda tanya besar bagi pihak halayak luas, maka dalam hal ini guna untuk mencegah adanya prilaku yang tidak senonoh bagi para santri maupun santriwati setidaknya Instansi terkait baik dari Departemen Agama mau pun Elemen Masyarakat untuk sesegera melakukan peninjauan terhadap Pondok Pondok Pesantren yang ada di lingkungan masing masing dengan tujuan agar tidak ada lagi kejadian atau peristiwa seperti Bunga dan Kawannya.(Bambang S)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top