DI DUGA KEBAL HUKUM KEPSEK SDN NO 2 BUMI AJI JADI PENGUTIL BERSERAGAM.

DI DUGA KEBAL HUKUM KEPSEK SDN NO 2 BUMI AJI JADI PENGUTIL BERSERAGAM.

Hukum 0 Comment 102

LAMPUNG TENGAH. Gemantaranews

Lagi lagi dunia Pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah terjangkit penyakit oleh tangan tangan hitam seorang Kepala Sekolah. penyakit itu kini telah menjamah di Sekolah SDN No 2 Bumi Aji Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah yang di lakukan oleh Kepala Sekolah itu sendiri.

Modus yang di lakukan oleh Samijo selaku Kepala Sekolah setempat di tengarai dia telah menggelapkan dan penipuan terkait Anggaran Pemerintah melalui Program Indonesia Pintar(PIP) yang merupakan sebuah program bantuan uang tunai bagi anak Sekolah dari Keluarga Pemegang kartu Keluarga Sejahtera(KKS) atau yang memenuhi kriteria sebagai anak dari keluarga tidak mampu. sebagaimana kartu Indonesia Pintar( KIP) merupakan Kartu yang di berikan kepada anak mulai berumur 6-12 Tahun dari Keluarga pemegang KKS sebagai indentitas untuk mendapatkan PIP.

Bantuan Pendidikan yang di berikan Pemerintah kepada pemegang KIP, ada perbedaan dalam setiap jenjang Pendidikan sebagai mana telah di atur untuk Pendidikan tingkat SD/MI atau sederajat sebesar Rp.225.000/ dalam persemester ( Rp.450.000 pertahunnya.) sedangkan untuk Pendidikan tingkat SMP atau sederajat sebesar Rp.375.000 persemester ( Rp. 750.000 pertahunnya). dan untuk pendidikan tingkat SLTA atau sederajat sebesar Rp. 500.000 persemester ( Rp. 1.000.000 pertahunya) sebagaimana Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014. akan tetapi Intruksi Presiden itu tidaklah di indahkan oleh Samijo selaku pemegang otoritas Sekolahan setempat, justru dia telah berani mengangkangi intruksi Kepala Negara.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu wali Murid siswa Kelas 6 yang tak mau di sebut namanya yang berinisial E dalam pengakuannya bahwasannya kami selaku wali Murid sudah berkontribusi untuk pembangunan Sekolah dengan cara melakukan iuran Komite setiap Tahun sebesar Rp.100.000 guna untuk memperbaiki sekolah yang rusak. karena dari berbagai ruang kelas terdapat atau rusak dan kalau musim penghujan selalu kebocoran, maka dengan adanya hal itu kami selaku wali Murid selalu dan di wajibkan untuk iuran guna kenyamanan belajar para anak Didik di Kelas. namun yang jadi pertanyaan kami kenapa dengan adanya bantuan PIP itu justru Kepala Sekolah tidak memberikan kekami sepenuhnya justru hanya di berikan sekali saja, memang benar kami telah sepakat akan pengambilan Dana tersebut kami serahkan ke pihak Sekolah. dan pihak sekolah akan mendapatkan impati dari wali Murid sebesar Rp.20.000 persiswa.

Dia menambahkan bahwa terkait Buku tabungan itu di bagikan oleh pihak Sekolah ke kami baru tanggal 20 Juli 2019 kemaren sedang yang tertera di Buku Tabungan kami telah ada atau sebanyak tiga kali penarikan dari Tahun 2018. dengan penuh kerendahan hati akan posisinya Dia pun menghiba bahwa karena saya seorang petani yang tidak mampu dan sangat berharap adanya bantuan tersebut jadi kalau seperti kami bisa berbuat apa. uangkapnya.

Hal senada juga di akui oleh wali Murid yang lain berinisial A. dia juga sangat berharap agar sekiranya Dana yang telah di ambil oleh Kepala Sekolah agar sekiranya secepatnya untuk di kembalikan kepada yang berhak menerimanya. karena kalau Dana itu tidak secepatnya di kembalikan maka kami Wali Murid yang menerima Dana tersebut kami akan melakukan pelaporan terhadap Kepala Sekolah kepada Instansi terkait. pungkasnya.

Selebihnya salah satu Pengurus DPD Lampung LSM GOTI dan awak Media ini Sabtu 24 Agustus 2019 menyambangi Samijo di ruang kerjanya menindak lanjuti dan konfirmasi berkaitan hal tersebut diatas bahwa benar adanya yang mana hal itu pun di akui oleh Samijo atau Kepsek Sekolah itu. dengan gagah dan lantangnya dia pun beralibi serta berucap bahwa semua pengaduan ini tak lain karena ada di antara kami yang tidak senang dengan saya. namun kalaupun hal ini akan di jadikan masalah atau dengan kata lain saya akan di laporkan hingga ketingkat Hukum maka saya pun sudah siap dan silahkan saja.tuturnya.

Sebagaimana yang telah di ucapkan oleh Samijo terkesan dari apa yang dia lakukan merupakan sebuah yang di benarkan dan di perbolehkan.

Pertanyaannya, kalau saja seorang Kepala Sekola atau Pemimpin telah berani dan menjadi penyamun uang anak Didik terus bagaimana dengan Dunia Pendidikan kalau di isi dengan orang orang yang bermental bejat seperti Samijo uang PIP saja dia berani tileb apalagi uang BOS jangan jangan uang itu pun buat Samijo akan di jadikan Pacak Bekem.untuk kepentingan dan kebutuhan Pribadi. Ironinya justru terjadi bahwa dari alamat penerima Dana tersebut terdapat ketidak cocokan karena sepenerima adalah dari Desa Margo Utomo.Anak Tuha sedangkan di buku Rekening beralamatkan di Jakarta Tanah Abang. untuk itu bagi instansi terkait agar sekiranya memanggil dan memeriksa Samijo yang di duga telah melakukan Pungli di lingkungan Kerjanya(Bambang.S)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top