DERITA PENGUNGSI DI CILEUKSA; TOLONG PERHATIKAN KAMI

DERITA PENGUNGSI DI CILEUKSA; TOLONG PERHATIKAN KAMI

Peristiwa 0 Comment 123

KAB. BOGOR, GemantaraNews

Bencana tanah longsor dan banjir bandang di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang terjadi tanggal 2 Januari 2020 menyisakan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan harta bendanya, sekitar 1261 rumah warga rusak total, serta lebih dari 4000 warga harus mengungsi di tenda-tenda pengungsian seadanya, ditambah lagi akses jalan yang masih tertutup dari pusat Kecamatan Sukajaya makin membuat mereka menderita karena wilayah mereka terisolir dan sulit mendapatkan bahan pangan, menyikapi hal ini, aktivis Sosial Politik Kabupaten Bogor, Susilo Utomo menuturkan pengalamannya saat mengunjungi Desa Cileuksa, Rabu, 8 Januari 2019.

Kisah pilu diceritakan oleh salah satu warga pengungsi Desa Cileuksa yang bernama Ibu Maya (Kamis, 9 Januari 2019, saat kejadian sekitar pukul 6 pagi, dia dibangunkan oleh suaminya untuk segera keluar dari rumah dan menyelamatkan anak-anak yang masih tertidur pulas, “saya dibangunkan oleh suami untuk segera meninggalkan rumah dengan membawa anak-anak, baru beberapa menit kami keluar rumah, benar saja rumah yang kami tinggali hancur tertimpa longsor dan tidak ada satupun harta benda yang bisa terselamatkan”. Ucapnya sembari menitikkan air mata.

“Mendengar himbauan Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi untuk berkumpul dilapangan Desa kami segera kesana, ternyata disana sudah banyak warga yang berkumpul untuk menyelamatkan diri, dengan penuh kebingungan kami hanya menunggu instruksi selanjutnya dari Kepala Desa, hari pertama kami tidur di masjid, tapi hari itu juga Kepala Desa dan warga berinisiatif membuat tenda-tenda darurat untuk tempat tinggal sementara dengan keadaan seperti ini, ditambah lagi kami makin bingung bagaimana nasib kami kedepan? Mau cari makan juga sulit, sawah habis tertimbun longsor”. Lanjutnya dengan raut wajah kebingungan.

Salah satu staff Desa Cileuksa, Kang Idi menuturkan, “suasana saat itu memang sangat memilukan, pengungsi berdatangan ke Kantor Desa untuk mencari perlindungan, mereka rata-rata hanya membawa badan dan pakaian, untung saja saat itu ada Bapak Jaro Ade dan Pak Kades yang bergerak cepat membuat tenda-tenda darurat ini, ditambah lagi ada sekitar 300an pengungsi yang datang dari Lebak, Banten bermaksud mencari tempat aman karena wilayah mereka tersapu banjir”.

“Selama 2 hari kami bergantung dari stok makanan yang ada di warung-warung terdekat dengan biaya dari Pak Jaro Ade dan Pak Kades, sekitar tanggal 4 Januari baru masuk bantuan pertama dari komunitas trail dan offroad yang membawa bantuan melewati jalur Cipanas, Banten dengan bantuan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat yang disewa Pak Jaro Ade dari Banten”. Ujarnya

Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya, untuk memperhatikan nasib warganya, “kami kan warga Kabupaten Bogor juga, tolonglah lebih bijak dan perhatian terhadap kami, kalau alasan akses tertutup, buktinya banyak bantuan dari komunitas-komunitas masyarakat yang peduli sampai ke Desa kami, bahkan Walikota Bogor, Bima Arya mengirimkan bantuan obat-obatan kesini, kami sangat membutuhkan tenda, bahan makanan, alat penerangan dan kebutuhan bayi.”

“Yang saya lihat di media malah akhirnya ada kesan politis, sudahlah jangan bawa-bawa politik dalam tragedi kemanusiaan, kami hanya miris lihat warga kami di kondisi seperti ini, bijaklah sebagai pemimpin kami, tolong segera dipercepat distribusi bantuan ke daerah terpencil agar tepat sasaran, jangan hanya ditumpuk di satu titik sedangan di titik lain warga teriak kelaparan.” Tutupnya.
(SU/IS)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top