DEMO DPRK LHOKSEUMAWE, SEJUMLAH MAHASISWA ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA PASEE MENDESAK PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENGELUARKAN KEPUTUSAN MILAD MOU HELSINKI SEBAGAI HARI LIBUR NASIONAL

DEMO DPRK LHOKSEUMAWE, SEJUMLAH MAHASISWA ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA PASEE MENDESAK PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENGELUARKAN KEPUTUSAN MILAD MOU HELSINKI SEBAGAI HARI LIBUR NASIONAL

Headline 0 Comment 101

LHOKSEUMAWE, Gemantaranews

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pasee mendesak pemerintah pusat untuk mengeluarkan keputusan untuk melaksanakan milad MoU Helsinki setiap tahun dan dimasukkan dalam hari libur nasional, saat melakukan aksi demonstrasi pada hari Kamis (08/08/2019) di gedung DPRK Kota Lhokseumawe.

Koordinator Lapangan Aksi (Zubaili) mengatakan ‘Kami mendesak pemerintah pusat untuk mengeluarkan keputusan melaksanakan Milad MoU Hensinki setiap tahun dan dimasukkan dalam hari libur nasional. Pemerintah Aceh juga harus mengeluarkan instruksi pengibaran bendera bulan bintang di lingkungan pemerintahan dan masyarakat Aceh berdasarkan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh” imbuhnya.

Ia juga menambahkan “Kami juga meminta DPRA segera mendesak DPR RI untuk mengamandemenkan UUPA, dan pemerintah pusat harus serius dalam merealisasikan butir-butir MoU Helsinki” pangkasnya.

Disisi lain pendamping koorlap (M. Khalis) juga menambahkan “Aksi ini merupakan langkah awal bagi pemuda Aceh untuk terus menuntut pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh merealisasikan semua butir MoU Helsinki dan peraturan turunan UUPA. Apabila tuntutan itu tidak direspons dengan baik, kata dia, maka dalam sebulan ke depan, pihaknya akan menjumpai dan mendesak Plt. Gubernur Aceh menjalankan apa yang sudah dirumuskan dalam butir MoU Helsinki” imbuhnya.

Ia juga menambahkan “Saya mengajak teman2 semua dari berbagai macam elemen aceh mahasiswa, santri, pemuda dan segenap bangsa aceh untuk bersatu menyatukan visi misi dalam memperjuangkan hak-hak aceh. Kita bangsa beradab yang selalu komitmen dengan perjanjian” pungkasnya.

Adapun aksi ini diwarnai dengan penyerahan bendera Aceh Bulan Bintang, yang diberikan oleh para anggota aksi dua kali.

Adapun petisi tuntutan yaitu :

1. Mendesak pihak Pemerintah pusat untuk mengeluarkan keputusan melaksanakan milad MoU Helsinky setiap sahun dan dimasukkan ke dalam hari libur Nasional.

2. Mendesak Pemerintah Aceh untuk mengeluarkan keputusan intruksi pengibaran Bendera Aceh di lingkungan Instansi Pemerintah Aceh dan Masyarakat Aceh berdasarkan qanun nomor 3 tahun 2013.

3. DPRA mendesak DPR RI untuka amandemenkan UUPA.

4. Mendesak Pemerintah Pusat serius dalam merealisasikan semua butir-butir MoU.(M. Zulfan)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top