DELAPAN NAMA KANDIDAT KUAT MASUK BURSA CALON KAPOLRI

DELAPAN NAMA KANDIDAT KUAT MASUK BURSA CALON KAPOLRI

TNI / Polri 0 Comment 123

JAKARTA, GemantaraNews

Ada delapan nama kandidat kuat dalam bursa calon Kapolri baru untuk menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang akan mengakhiri masa jabatannya enam bulan lagi. Mereka terdiri dari lima nama Jenderal bintang tiga (Komjen Pol) dan tiga nama bintang dua (Irjen Pol).

Kedelapan nama tersebut mulai dari yang lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 A hingga lulusan tahun 1991, menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan resminya kepada awak media, Kamis (11/06/2020).

Neta mengatakan, Kedelapan nama tersebut digadang-gadang dan mulai banyak diperbincangkan di lnternal Kepolisian sendiri. Mereka adalah Kabaintelkam Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang baru saja ditunjuk oleh Kapolri untuk mengisi jabatan Kepala Bidang lntel (Kaba Intel) di Korps Bhayangkara pada Mei lalu yang menggantikan Komjen Pol Agung Budi Maryoto.

Rycko merupakan Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009 hingga 2012, Apabila beliau terpilih, hal itu akan menjadikan fenomena yang baru dimana mantan ajudan Presiden SBY bisa menjadi Kapolri di Era Presiden Jokowi. Hal tersebut bukan hanya di dalam Dinamika Kepolisian tetapi juga dalam dinamika politik, kata Neta.

Nama kedua yang menjadi calon Kapolri adalah Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto yang saat ini dipercaya oleh Kapolri menjabat Kepala Satgas Operasi Aman Nussa II untuk Penanggulangan Covid-19.

Kemudian Komjen Pol Boy Rafly Amar yang baru saja menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga memiliki Kans yang cukup tinggi untuk menggantikan Idham Azis sebagai Kapolri.

Sementara dua nama besar lainnya yang masuk dalam bursa calon Kapolri adalah, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. Listyo sempat menjabat sebagai Ajudan Presiden Jokowi pada 2014, sementara Gatot sempat menjabat Kapolda Metro Jaya tahun lalu, terang Neta.

Kemudian Neta menyebut Jenderal bintang dua lainnya yaitu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfhi dan terakhir Kapolda Jawa Timur Irjen Pol M Fadil Imran.

Ketiga Jenderal bintang dua ini bisa masuk juga dalam bursa calon Kapolri. Sebab menjelang Idham Azis pensiun ada dua posisi Jenderal bintang tiga yang bakal pensiun, yakni Kepala BNN dan Sestama Lemhanas, menurut Neta.

Neta juga menerangkan, Sesuai prosedur nama-nama calon Kapolri tersebut yang kemudian akan digodok oleh Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri sesuai prosedur. Wanjakti tersebut di Ketuai Wakapolri bersama anggota lainnya yakni, Irwasum, Assisten SDM, dan Kadiv Propam. Dan nama-nama tersebut kemudian akan diserahkan Kapolri kepada Presiden untuk dipilih dan kemudian melakukan uji kepatutan di Komisi III DPR RI.
Sementara itu diisisi lainnya, yakni Kompolnas juga memberikan nama-nama calon Kapolri sebagai usulan kepada Presiden, imbuh Neta.

Jenderal Idham Azis diketahui akan memasuki masa purna tugas sebagai Kapolri pada Januari tahun depan karena sudah berusia 58 tahun. Idham Azis Sepanjang berkarir di kepolisian berpengalaman dalam bidang reserse. Dia menjabat sebagai Kabareskrim Polri sebelum diangkat sebagai Kapolri menggantikan Tito Karnavian.

Idham tidak terlalu lama menjabat sebagai orang nomor satu di Koprs Bhayangkara tersebut. Komisi III DPR RI menyetujui Idham menjadi Kapolri usai melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan pada Oktober 2019 lalu.

ldham resmi menjabat sebagai Kapolri usai dilantik Presiden Joko Widodo pada 1 November 2019 di Istana Negara menggantikan (Jenderal Purn Pol) Tito Karnavian yang ditunjuk Jokowi menjadi Mendagri di Kabinet Indonesia Maju, pungkas Neta.(Sandy w)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top