CV. MUARAJA TAPIOKA DI TUDING PENYEBAB PERUSAK EKOSISTEM SUNGAI.

CV. MUARAJA TAPIOKA DI TUDING PENYEBAB PERUSAK EKOSISTEM SUNGAI.

Berita Daerah 0 Comment 63

LAMPUNG TIMUR, Gemantaranews

Perusahaan Pabrik pengolahan singkong untuk di jadikan bahan tepung Tapioka yang berada di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. di tengarai penyebab adanya kerusakan ekosistem sebuah kehidupan yang ada di sungai tempat pembuangan air limbah dari olahan singkong tersebut.

Selain ikan yang sudah tak lagi bisa hidup di sungai juga aliran air sungai itu juga telah mencemari tanaman para petani yang memiliki lahan di sekitar sungai, bahkan dengan adanya limbah singkong tersebut telah mencemari lingkungan dengan aroma yang menyengat juga para petani musiman atau sawah tadah hujan, yang mana akibat adanya air yang sudah tercemar itu telah menjadikan tanaman padi tidak berbuah bahkan begitu banyak penyakit seperti wereng atau hama padi hal itu di akui oleh salah satu petani yang ada di Desa Tambah Dadi Purbolinggo yang tak mau di sebut namanya karena takut sama pihak Pabrik.

Saat tim Awak Media ini melakukan investigasi di lapangan, ternyata dari apa yang di keluhkan masyarakat sekitar benar adanya, bahwasannya dari sepuluh kolam tempat pembuangan limbah singkong tersebut di duga tidak pernah memperhatikan akan lingkungan terutama air atau limbah yang di buang langsung di arahkan kesungai, walau kalau di lihat seperti sudah melalui proses dengan cara membuat beberapa kolam, namun ternyata yang mengalir ke sungai air itu masih beraroma busuk bahkan warna air pun masih tampak hitam pekat.

Selanjutnya, selain warna air yang hitam juga dari kolam tersebut ternyata hanya kodok dan belatung yang masih dan bisa bertahan hidup.

Rasa takut Masyarakat sekitar tak berani berbuat apa apa semua itu di sebabkan karena minimnya pengetahuan serta kesadaran Masyarakat setempat untuk mengadukan adanya dugaan sebuah kecurangan pihak Pabrik terhadap lingkungan. satu contoh terkait upah para pekerja sebagaimana yang di ungkapkan salah satu Karyawan yang mana PAIJO (nama di samarkan karena takut di pecat) dia hanya di upah (Gaji)/ Bulan sebesar Rp.1,400,000.(satu juta empat ratus ribu rupiah).sedang jam kerja mencapai 12 Jam, mulai dari Jam 7 Pagi hingga Jam,7 Malam, untuk hal ini saja bisa di bilang bahwasannya pihak Pabrik sudah tidak memperhatikan tentang tenaga kerja. selain itu Pabrik itu seharusnya tidak layak lagi untuk perusahaan (CV) melainkan seharusnya sudah menjadi Perusahaan Besar (PT) mingingat Pabrik tersebut telah memperkerjakan hingga ratusan pekerja bahkan sanggup menggiling singkong hingga mencapai seribu ton. artinya dengan semua itu ada permainan apa dengan Perusahaan Tapioka ini.

Pertanyaannya. terus Pemerintah Daerah pada kemana terutama Dinas Lingkungan Hidup apakah mereka tidak mau melihat dan mendengar atau justru dengan sengaja tutup mata seakan akan tak mau tahu, dan selanjutnya para wakil Rakyat juga pada kemana apa juga ikut ikut Pemerintah yang tak mau peduli lagi dengan kepentingan Rakyat banyak yang telah di rugikan oleh para cukong cukong yang senang berbohong dan main bokong.

Sungguh Ironi sekali bilamana instansi terkait beserta para Wakil Rakyat (DPRD)selama ini tak mau mengambil tindakan tegas terhadap Perusahaan yang selama ini telah merugikan Masyarakat demi sebuah kepentingan sekelompok orang.

Dari hasil investigasi Awak Media ini 30/7/2019 selain mengkonfirmasi para petani sekitad juga telah melakukan pengambilan semple Air limbah yang di alirkan kesungai dan akan melakukan uji ke laboratorium terkait air tersebut, dan hingga di terbitkannya berita ini belum ada pihak yang terkait baik dari pemerintah maupun perusahaan yang dapat di mintai keterangan(Bambang/Anton)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top