CAMAT TEGAL DLIMO SIGAP DALAM MEDIASI PERMASALAHAN WARGANYA.

CAMAT TEGAL DLIMO SIGAP DALAM MEDIASI PERMASALAHAN WARGANYA.

Berita Daerah 0 Comment 43

BANYUWANGI, GemantaraNews

Polemik yang terjadi ditengah warga masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Tegal Dlimo terkait permasalahan pengurusan sertifikat hak milik tanah rupanya didengar oleh Sigit selaku camat.

Permasalahan itu dipicu oleh salah satu staf Kecamatan Tegal Dlimo bernama Giyanto yang telah menerima jasa pengurusan sertifikat milik beberapa warga Desa Purwo Agung dengan biaya mencapai 13 juta perbidangnya, namun hingga tiga tahun ternyata sertifikat ternyata belum jadi.

Hal itu kemudian segera disikapi Sigit selaku Camat dengan memanggil beberapa warga untuk dipertemukan dengan Giyanto untuk dikonfirmasi serta diklarifikasi agar bisa mendapat solusi penyelesaiannya pada Rabu (23/10/2019) di ruang kerjanya.

Salah satu warga Desa Purwo Agung yakni, Saimun mengaku sudah membayar 13 juta rupiah kepada Giyanto untuk biaya pengurusan sertifikat tanah miliknya.

“Saya sudah bayar lunas dimuka mas, tapi sampai tiga tahun hingga saat ini kenapa belum selesai juga”, tutur Saimun kepada awak media yang menemuinya.

Setali tiga uang dengan Saimun warga lainnya yang bernama Yani mengaku juga sudah membayar lunas sebesar 13 juta rupiah kepada Giyanto.

“Ini ada kwitansinya mas, disini tertanggal 1 Januari 2017 saya melunasi biayanya seperti yang diminta Giyanto kepada saya”, ujar Yani seraya menunjukan bukti kwitansi pembayaran.

Yani yang diketahui juga menjabat sebagai Jogotirto itu mengaku hanya sebagai perantara beberapa warga yang ingin mengurus sertifikat tanah.

“Karena saya kenalnya sama Giyanto ya semua kepengurusannya saya percayakan dia”, tambah yani.

Begitu pula Giyanto saat dikonfirmasi Sigit mengaku memang benar dirinya telah menerima pembayaran dana dari beberapa warga desa Sumber Agung untuk biaya pengurusan sertifikat tanah.

Giyanto juga menjelaskan jika lamanya proses karena faktor birokrasi yang ada di Badan Pertanahan Negara (BPN) Banyuwangi.

“Saya sudah daftarkan semua ke BPN bahkan fotokopi bukti pendaftarannya juga sudah saya kasihkan pada pemohon, keterlambatan disebabkan rumitnya birokrasi yang ada di BPN”, jelas Giyanto.

Sedangkan Sigit selaku Camat Tegal Dlimo menghimbau agar warga tidak lagi mengurus sertifikat melalui calo yang tidak resmi dan mengutamakan pengurusan melalui program PTSL saja yang gratis tanpa biaya.

Andaikata tidak melalui PTSL Sigit mengharap agar masyarakat melalui petugas resmi yang ada di kecamatan maupun ke Notaris yang punya legalitas jelas.

“Masyarakat kalau mau urus sertifikat melalui petugas resmi yang ada di kecamatan atau ke Notaris saja yang jelas legalitasnya”, pungkas Sigit dengan tegasnya

Kepada Giyanto sebagai stafnya Sigit juga memerintahkan agar tidak lagi meneruskan aktivitasnya sebagai calo sertifikat tanah supaya tidak menimbulkan polemik seperti ini lagi.
(Puji.biro banyuwangi)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top