Camat Hiliserangkai Tak Hadir Pada Undangannya, Perwakilan Tokoh Masyarakat Desa Fulolo Lalai Kesal

Berita Daerah 0 Comment 671

KABUPATEN NIAS, Gemantaranews

Menindak lanjuti RDP (rapat dengar Pendapat) yang telah dilaksanakan oleh Komisi I DPRD kabupaten Nias, tanggal 11 maret 2019 di ruang rapat DPRD kabupaten Nias, terkait dengan Laporan masyarakat Desa Fulolo Lalai pada Penyelenggaraan Dana Desa T. A 2018, sesuai undangan Camat Hiliserangkai Sokhiziduhu Gulo nomor : 003/411/PMD/2019, Tanggal 14 maret 2019, bertempat di ruang pertemuan kantor kecamatan Hiliserangkai, senin (18/03/2019 ).

Seperti diberitakan Gemantaranews.com sebelumnya, “Warga masyarakat desa Fulolo lalai telah melaporkan Indikasi dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan dana desa T.A 2018 di kejaksaan negeri Gunungsitoli pada tanggal 11/02/2019”.

Tujuan undangan Camat Hiliserangkai pada pertemuan pelaksanaan musyarawah senin, ( 18/03/2019) memfasilitasi antara pelapor dengan kepala desa / TPK, agar ada kesepahaman antara kedua belah pihak, Namun Tokoh /warga masyarakat desa fulolo lalai sangat kesal dan kecewa di mana Camat hiliserangkai tidak menghadiri pertemuan tersebut.

Pelaksanaan pertemuan musyawarah tersebut turut hadir : Sekcam hiliserangkai : Yobedi Laoli, kasi PMD : Renius Kurnia Zega, Babinsa Hiliserangkai, Kades fulolo lalai : Ogamota mendrofa, Ketua BPD : Fedirman mendrofa, PD (pendamping desa), Aparat desa, TPK beserta anggota, dan Tokoh / masyarakat desa Fulolo lalai (Pelapor).

Kasi PMD Renius kurnia zega Mengatakan : “Pertemuan kita hari ini untuk memfasilitasi antara Pemerintahan desa / TPK dengan Pelapor, Karena kesimpulan RDP kabupaten nias beberapa minggu yang lalu, rencana inspektorat akan turun mengaudit dan memeriksa Dana desa T. A 2018 tanggal 02 april 2019, bukan berarti pertemuan hari ini menghalangi inspektur untuk Turun kelapangan”.

Kepala desa Fulolo Lalai Ogamota mendrofa Menyebutkan ” Pertemuan hari ini atas petunjuk Pak camat, menyatukan pemahaman dengan masyarakat. Jadi, kami sebagai pimpinan desa kami terima dengan lapang dada sebagai bahan koreksi”.

” Apabila ada hal seperti ini, maka kita berintropeksi diri, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. Selama ini kami kerjakan Pekerjaan kami atas petunjuk yang ada”, Tutur kades Fulolo lalai.

Wakil ketua BPD desa Fulolo lalai Fo’orota mendrofa kepada media mengatakan : ” saya sebagai wakil ketua BPD beserta seluruh masyarakat desa fulolo lalai supaya Kepala desa bersedia membenahi pekerjaan yang telah kami laporkan. Sebelum tuntasnya masalah ini, Kami minta kepada pemerintah Pusat, Pemerintah daerah dan pihak – pihak terkait untuk menunda Penerimaan Anggaran baik itu ADD/DD T. A 2019 di desa Fulolo lalai”.

” Kami minta dan memohon kepada ibu Kajari Gunungsitoli untuk segera menindaklanjuti / memproses Laporan pengaduan kami masyarakat desa Fulolo lalai, Memanggil dan memeriksa Kepala desa, aparat desa yang terlibat, dan TPK. Untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya serta memberi efek jera supaya Pengalokasian Dana ADD/DD kedepannya dapat berhati – hati dan lebih baik lagi sesuai dengan harapan Pemerintah Pusat sampai daerah” tegas Fo’arota mendrofa.

Tokoh Pemuda desa Fulolo Amat Rukun mendrofa menyatakan : “Kami sangat menyayangkan dan kecewa pertemuan hari ini, camat yang mengundang justru tidak hadir dalam pertemuan ini. Kalau memang bapak camat tidak hadir, kan bisa di tunda pelaksanaannya”.

” Sesuai dengan pernyataan saya di kantor camat hiliserangkai, telah beberapa kali kami menginggatkan camat hiliserangkai tentang pelaksanaan Dana desa kami, tapi Jawaban camat hiliserangkai tidak ada hak untuk itu. Bukan hanya itu saja, terkait dengan surat yang telah kami layangkan pada Camat hiliserangkai Pertanggal 31 oktober 2017 tentang penyampaian aspirasi masyarakat desa fulolo lalai sampai saat ini belum di tanggapi, ada apa..???”, Ungkap Amat R. Mendrofa.

Salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Fulolo lalai mengatakan ” Selama beberapa tahun Keluhan – keluhan dan laporan masyarakat yang di sampaikan kepada pihak kecamatan, Namun pihak Kecamatan tidak menghiraukan dan mengubris. Sehingga Pemerintahan desa semakin Meraja lela dan terbiasa Menjalankan roda pemerintahan desa yang menurut penilaian warga masyarakat fulolo lalai DIKTATOR / OTORITER yang artinya Pembodohan bagi masyarakat”.

” Beberapa pengaduan dan keluhan kami, Seperti Aset desa / inventaris desa di antaranya : mobil desa, Bumdes, tidak ada kejelasan bagi seluruh warga masyarakat desa fulolo lalai sampai saat ini. Bukan hanya itu, Aparat desa di tunjuk tanpa ada hasil musyawarah desa dan Kepala desa langsung mengeluarkan SK, Kami meminta kepada Bapak Bupati Nias, Lembaga DPRD kabupaten Nias, Pihak – pihak yang terkait menanggapi aspirasi dan keluhan kami ini sesuai peraturan perundang – undangan dan ketentuan yang ada “, Tutur Pak Mendrofa.

Sampai berita ini di turunkankan, Camat hiliserangkai : Sokhiziduhu Gulo, Kades Fulolo Lalai : Ogamota mendrofa dan pihak – pihak terkait masih belum di minta keterangannya. ( St. Lase)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top