BUPATI PURWAKARTA SERAHKAN BANTUAN SEMBAKO UNTUK WARGA DESA SUKA JAYA TERDAMPAK GALIAN TANAH MERAH ILEGAL.

BUPATI PURWAKARTA SERAHKAN BANTUAN SEMBAKO UNTUK WARGA DESA SUKA JAYA TERDAMPAK GALIAN TANAH MERAH ILEGAL.

Berita Daerah 0 Comment 27

PURWAKARTA, GemantaraNews

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, dengan tema hari jadi Purwakarta tahun ini, mengajak masyarakat terutama warga Desa Sukajaya Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta untuk bersama sama menjaga alam dan lingkungan, agar tetap hijau dan asri.

” Alhamdulillah hari ini saya bisa bersilahturahmi dengan warga Desa Sukajaya, Sukatani. disini saya mengajak warga untuk ikut membangun dan menjaga Purwakarta dan disini saya akan menjalankan bantuan beras waskasih, dari dinas pertanian, KSM kepada 400 warga Sukajaya ” ujar Bupati Anne.

Pada acara pembagian sembako di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani Rabu (8/7/2020). ” bukan tanpa alasan ia mengajak warga, karena didaerah tersebut terdapat galian tanah merah yang dianggap telah merugikan masyarakat sekitar.

Tema HUT Purwakarta tahun ini ” jaga dan riksa ” yang lewat jalur ini tidak hanya warga sukatani, melainkan warga di Kecamatan lain seperti Darangdan, Plered, maniis, dan tegal waru juga mengalami kemacetan di jalur ini.
Kemudian Bupati Anne langsung mendatangi lokasi galian tanah merah guna memastikan tidak ada aktivitas. ” Kami akan mempersempit akses keluar masuk truk dengan terpaksa mematok akses jalan disekitar tambang, agar mereka tidak beroperasi terlebih dahulu sebelum ijinya keluar, ” terang Anne.

Ketika ditanyakan mengenai adanya buka tutup yang selama ini, padahal sudah di Polislane” Apabila ada yang membuka itu sudah pidana, yang mempolislane adalah polisi akan di Proses hukum ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya Ajat Sudrajat, ketika ditanya dengan hal bantuan tersebut ” Itu murni bantuan dari Pemda ini sebetulnya hasil sidak kemarin di lokasi galian dimana ambu melihat disitu warga ada keterlibatan dan ada mencari penghasilan disana, spontan pada waktu itu juga Ambu menjanjikan akan memberikan sembako alhamdulillah hari ini terealisasi apa yang ambu janjikan, kalau bantuan dari pengusaha galian sampai saat ini belum ada, terang kades.

Menanggapi kelanjutan keberadaan galian tanah merah tersebut Kades mengatakan, sesuai prediksi kedepan kalau melihat tata ruang, ini untuk galian memang tidak boleh, tetapi mengacu kepada pematangan lahan. karena nantinya untuk zona industri berapa level yang harus dikupas mungkin itu saja yang bisa di ambil.

Lebih lanjut dijelaskanya, sesuai dengan master plane nanti kalau jadi zona industri untuk lokasi disini saja 60 ha, sama yang lokasi mandala 88 ha. Tapi tolong digaris bawahi sesuai apa yang saya ajukan dengan masyarakat, kamipun berkeinginan untuk mengolah lahan lebih ke pertanian sesuai dengan aturan status lahan seperti ini ada gak masyarakat untuk menggarap.

Kami mengharap dari lahan yang disisihkan 20 % untuk bertani karena, yang diharapkan masyarakat jadi zona pertanian. Jelas kades. (Robin/endin)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top