Bupati Pakpak Bharat Akan Disidang Terkait Kasus Suap Dinas PUPR

Hukum 0 Comment 32

SUMUT, Gemantaranews
Remigo Yolando Berutu yang merupakan Bupati di Kabupaten Pakpak Bharat (2016-2021) akan segera disidang menyusul sudah rampungnya penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap. Persidangan bakal digelar di Medan.

“Penyidikan terhadap tersangka Remigo Yolanda Berutu (RYB) telah rampung sehingga penyidik menyerahkan tersangka dan berkas perkara pada Penuntut Umum untuk diproses lebih lanjut”, ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Selain Remigo Yolanda Berutu, KPK juga telah menyelesaikan penyidikan terhadap dua tersangka lainnya dalam kasus ini. Mereka ialah David Anderson Karosekali merupakan Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat, dan Hendriko Sembiring pihak swasta (orang kepercayaan David).

Saat ini, ketiganya sudah dibawa ke Medan Sumatera Utara untuk keperluan persidangan. Mereka dititipkan di sejumlah rutan yang berbeda.

“Remigo Yolanda Berutu Bupati Kabupaten Pakpak Bharat periode 2016 – 2021 dititipkan di Rutan Polrestabes Medan, David Anderson Karosekali, Plt. Kepala Dinas PUPR di Kabupaten Pakpak Bharat dititipkan di Rutan tanjung Gusta Medan, dan Hendriko Sembiring, dititipkan di Rutan tanjung Gusta Medan,” ujar Febri Diansyah.

Kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK (18/11/2018). Dari OTT itu, KPK kemudian menetapkan 3 orang tersangka, yakni Remigo Yolanda Berutu, David Anderson Karosekali dan Hendriko Sembiring. Menurut KPK, Remigo Yolanda Berutu diduga menerima uang Rp 550 juta terkait dengan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat.

KPK menduga uang suap yang diterima Remigo Yolanda digunakan untuk mengamankan kasus istrinya yang sedang berurusan dengan hukum di Medan. Made Tirta Kusuma Dewi merupakan istri Bupati Pakpak Bharat terlibat kasus dugaan korupsi dana kegiatan fasilitasi peran serta tim penggerak PKK Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2014 silam. 

Setelah penyidikan untuk Remigo Yolanda Berutu dkk berlangsung, KPK kemudian menetapkan tersangka lainnya, yaitu Direktur PT Tombang Mitra Utara, Rijal Efendi Padang, dia merupakan kontraktor yang mengerjakan pekerjaan peningkatan atau pengaspalan di Jalan Simpang Kerajaan sampai Binanga Sitelu Sitelu dengan nilai kontrak Rp. 4.576.105.000,-. Rijal Efendi Padang telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah disidang terlebih dulu.

Sebagai pelaksana proyek, tersangka diminta oleh David Anderson Karosekali untuk memberikan sejumlah uang sebagai bentuk komitmen fee sebesar 15% dari nilai proyek kepada Remigo Yolanda Berutu.

(Lenan biro sumut)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top