BUPATI NIAS BARAT GELAR KONFERENSI PERS DENGAN TEMA PENANGANAN COVID 19 DAN FASE TATA NEW NORMAL

BUPATI NIAS BARAT GELAR KONFERENSI PERS DENGAN TEMA PENANGANAN COVID 19 DAN FASE TATA NEW NORMAL

Berita Daerah 0 Comment 30

NIAS BARAT, GemantaraNews

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd didampingi Prof.Dr. Fakhili Gulo sebagai Sekda Nias Barat, Asisten Adm.( jum’at 19/06/2020). Umum Rosedi Daeli, SE.,MM, Staf Ahli Hadrianus Hia, S.Pd.,MM, Kadis Kominfo Faigizatulö Halawa, S.Pd.,MM serta sejumlah Pimpinan OPD di wilayah Pemerintah Kabupaten Nias Barat diantaranya Kadis Sosial Drs. Ekonomi Daeli, MM, Kepala BPBD Drs. Filifo Daeli MH, Kadis Kesehatan Rahmati Daeli, M.Kes, Plt. Ka. BAPPEDA Sabahati Gulö, Kepala BKD Nehemia Daeli, S.AP, Plt. Kadis Pariwisata Elvira Manik, SE, Plt. Kadis Perizinan & Penanaman Modal Salome Waruwu, S.Pd.,MM dan Kabag PROAC Dameria Zebua, MM serta sejumlah Awak Media Mitra Pemerintah Kabupaten Nias Barat.

Dalam arahan dan bimbingan Bupati Nias Barat menyatakan keterbukaan Informasi merupakan harapan kita bersama yang membantu dalam menyebarluaskan informasi tentang apa saja kegiatan rutinitas pemerintah.

Kerjasama dengan Media sangat penting sebagai social control terhadap kinerja pemerintah. Para wartawan media juga selama ini banyak memberikan kritik sebagai bahan evaluasi dan intropeksi bagi kami pemerintah dalam menjalankan kegiatannya dan kita tidak alergi untuk itu, namun sangat diharapkan bila ditawarkan juga solusi yang bisa membangun, sehingga terjalin baik hubungan kemitraan itu.

Akhir-akhir ini mencuat kasus Desa Taraha kecamatan Mandrehe Utara dimana kami sebagai Pemerintah telah mengambil langkah diskresi dengan menon-aktifkan sementara Kepala Desa Taraha dan bila nanti kita temukan hal-hal yang menunjukkan perbaikan, maka bukan tidak mungkin kita aktifkan kembali, ujar Bupati.

Saat ini Virus Corona sudah tiba di Pulau Nias yang dibuktikan hasil pemeriksaan Dinas Keseharan Kota Gunungsitoli bahwa sudah satu orang yang status positif. Oleh karena itu, kita harus lebih waspada dan terus berdoa. Lockdown sulit kita lakukan di Indonesia, mengingat sulitnya dalam pemenuhan kebutuhan warga negara.
Ketika diterapkan lockdown maka semua pintu ditutup dan kesulitan semakin kita rasakan, ujar Bupati.

Kegiatan Pemerintah selama ini fokus pada percepatan penanganan dampak Covid-19 melalui berbagai jenis bantuan sosial seperti PKH, Sembako Pangan, BST Kemensos, BLT Dana Desa, JPS Provinsi, BLT, Hamba Tuhan dan Bansos Tunai Kabupatèn.

Masalah yang sering muncul adalah Data yang kurang akurat.
Disini kita sering di sorot dan hal tersebut wajar, Oleh karena itu kita terus cari solusi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita sudah me nakeuh dapat jtmj 7 perluasan Sembako Panyang e-warung yang difasilitasi BANK Mandiri lebih delaoan ribu kepala keluarga dan itu kita syukuri,

Jumlah dana yang kita canangkan dalam penanganan Covid-19 yang bersumber dari refokusing dan realokasi anggaran Tahun 2020 sebesar 22 Miliar rupiah dan hingga saat ini yang sudah kita gunakan hanya sekitar 6 Miliar rupiah lebih dan masih 16 Miliar rupiah lagi dana kita.

Bila Virus Corona berhenti hari ini maka dana tersebut masih utuh dan bisa kita gunakan dalam kegiatan pemerintahan sebagai mana biasanya, papar Bupati.

Ditambahkan Sekda bahwa memasuki Fase New Normal maka kita diharuskan menerapkan Tatanan Normal Baru dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Kita harus hidup bersama-sama dengan Virus Corona dan oleh karena itu kita dituntut untuk mampu mengendalikan diri, mawas diri akan pandemi virus corona Covid19.
Oleh karena kita saat ini berteman dengan Corona, maka sesama Bis Kota dilarang saling mendahului, kita mesti menjaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan artinya yang sakit pakai masker dan yang sehat juga pakai masker maka penyebaran Virus Corona hanya sekitar 1 persen lebih, tetapi bila yg sakit tidak pakai masker dan yang sehat juga tidak memakai masker, maka penyebaran virus corina bisa mencapai 95% lebih. Sekarang ini kita sedang menunggu Peraturan Gubernur tentang Tatanan Normal Baru yang segera akan diberlakukan, tutur Sekda.

Bupati tanggapi keluhan yang disampaikan beberapa awak media, terkait wabah penyakit ternak babi yang telah dan sedang melanda Nias Barat; dimana beliau sangat prihatin terhadap banyak ternak babi warga mati akibat wabah yang menyebar saat ini. Surat Edaran Bupati beberapa bulan yang lalu perihal penyebaran wabah penyakit ternak babi di pulau Nias, agar Kepala Desa mendata ternak babi yang mati di Nias Barat. Sedangkan bagaimana bentuk kepedulian Pemerintah Nias Barat terhadap musibah ini, beliau mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian apakah Dana Covid-19 bisa di arahkan sedikit untuk membantu peternak babi terhadap pengadaan Bibit baru atau juga kita kaji apakah Dana Desa bisa disasarankan akan hal ini, tutur Bupati. (S. Gulo)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top