BUPATI KARAWANG TINJAU LANGSUNG LOKASI KEBOCORAN  MINYAK  PERTAMINA

BUPATI KARAWANG TINJAU LANGSUNG LOKASI KEBOCORAN MINYAK PERTAMINA

Berita Daerah 0 Comment 47

KARAWANG, Gemantaranews

Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana bersama jajaran Kepolisian Resort Karawang dan TNI  meninjau langsung lokasi kebocoran minyak mentah di sumur migas lepas pantai YYA -1 area Pertamina Hulu  Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) ,Rabu(24/7)

Peninjauan dilakukan dengan mengenakan tiga kapal Satpolairud ke lokasi terjadinya kebocoran minyak tersebut,” Saya bersama kapolres dan kasdim 0604 serta didampingi satpolairud meninjau langsung lokasi kebocoran ,jaraknya sekitar 7 mil dari bibir pantai,” kata Bupati Karawang  saat meninjau penanganan di Desa Cemarajaya,Kecamatan Cibuaya .

Setelah melakukan peninjauan,Bupati sangat menyayangkan atas  tumpahan minyak mentah dari Pertamina .Pasalnya ,dampak  lingkungan kebocoran minyak tersebut langsung dirasakan masyarakat yang tinggal di pesisir, termasuk nelayan dan petani tambak. Dampak lingkungan itu, menjadi tanggungjawab Pertamina bersama.

“Kami minta Pertamina memberi kompensasi bagi warga kami yang terdampak,” ucapnya .

Bupati ingin di setiap desa mengkoordinir warga mereka yang terdampak. Hal bertujuan untuk menginvestigasi dan menginventalisir kerugian yang dialami warga, termasuk kerugian materi.

Sementara itu,Bupati meminta Pertamina untuk melakukan kompensasi , seperti jaminan air bersih dan kesehatan.

“Posko kesehatan harus didirikan. Kami juga siap membantu menyiagakan tenaga medis,” katanya.

Ia menyebut terdampaknya ceceran limbah minyak mentah sejumlah wilayah Karawang termasuk bencana. Sebab, sedikitnya ada tujuh desa di pesisir utara Karawang yang terdampak.

“Belum menetapkan status siaga, namun layak kategori siaga bencana,” katanya. ( Tonny/Mariun, Nahum)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top