BUDIELI DAWOLO, S.H, MINTA POLISI TETAPKAN OKNUM KADES SOGAWUNASI DAN REKANNYA SEBAGAI TERSANGKA

BUDIELI DAWOLO, S.H, MINTA POLISI TETAPKAN OKNUM KADES SOGAWUNASI DAN REKANNYA SEBAGAI TERSANGKA

Berita Daerah 0 Comment 1989

NIAS SELATAN, GemantaraNews

Saksi Korban Kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oknum Kepala Desa Sogawunasi (F.G) dan kawan-kawan kembali di periksa Penyidik Polsek Lolowa’u, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara selama 7,5 jam. Ini merupakan tindaklanjut dari pemeriksaan saksi sebelumnya.

Dimana video amatir penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi pada April Anugrah Halawa (24 Tahun) telah viral dan perbincangan hangat warga net, menjadi bukti petunjuk pada penyidik Polsek Lolowa’u. Oknum Kepala Desa dan Kawan-kawannya mendatangi rumah Korban melakukan penyerangan, Rabu, (30/09/2020).

Kepada wartawan Jum’at, (16/10/2020) Budieli Dawolo, S.H, penasehat hukum Korban mengatakan “kita mengapresiasi kinerja penyidik Kepolisian Resort Lolowa’u (Kanit Res) yang telah melaksanakan proses hukum dari tahap penyelidikan hingga tahap sidik pada hari ini, dengan harapan setelah ini, para pelaku dapat segera ditetapkan sebagai Tersangka dan diamankan.

“Korban yang saat ini masih dalam kondisi trauma, dapat secepatnya terpulihkan. Supaya korban dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari mendapat ketenangan dan nyamanbsebagaimana biasanya”, ungkap Budieli Dawolo, S.H.

Budieli Dawolo, S.H, menambahkan “bahwa saat mendampingi korban dan saksi saat memberikan keterangannya dihadapan penyidik, keterangan para saksi maupun korban sangat sinkron. Para pelaku menganiaya korbannya tanpa perlawanan dan korban sekeluarga diancam rumahnya akan dibakar bahkan diancam dihabisi”, pungkasnya.

“Tentunya, hal dimaksud tidak dapat dielakkan lagi oleh para pelaku, sebab sebuah video amatir yang berhasil diabadikan oleh warga saat itu, merupakan salah satu petunjuk bagi penegak hukum agar kasus ini mendapat kepastian hukum. Saya berharap agar masyarakat yang berang dan geram terhadap para pelaku terutama perbuatan oknum Kades Sogawunasi, dapat bersabar menunggu langkah hukum selanjutnya dari kepolisian”, jelas pengacara muda itu mengakhiri.

Di tempat yang sama April Anugrah Halawa (korban) kepada wartawan mengemukakan “sejak peristiwa penganiayaan terjadi, hingga saat ini belum membuka kembali usaha perbengkelannya atau bahkan tidak berani bepergian keluar rumah tanpa ada yang menemani”.

“Saya takut, para pelaku akan lebih nekat setelah saya melaporkan mereka ke Polisi. Untuk itu, saya mengharapkan Polisi dapat secepatnya menolong saya dengan mengamankan para pelaku yang kini selalu berkeliaran, agar saya dapat kembali mencari nafkah buat keluarga saya”, kata April Anugrah Halawa.

Usai di ambil keterangannya, para saksi Korban yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan keterangan yang kami berikan kepada Penyidik sesuai fakta peristiwa penganiayaan yang terjadi saat itu. Kami menyampaikan apa adanya kepada Polisi, sesuai dengan kejadian waktu itu. Dan kami didampingi langsung oleh penasehat hukum Korban, ucap saksi Korban. (S.Gulo)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top