BRINTON SITINJAK TUDING PENJARINGAN CALON ANGGOTA BPD DIDUGA TERTUTUP DAN TIDAK IKUTI ATURAN PERDA LABUHANBATU

BRINTON SITINJAK TUDING PENJARINGAN CALON ANGGOTA BPD DIDUGA TERTUTUP DAN TIDAK IKUTI ATURAN PERDA LABUHANBATU

Politik 0 Comment 54

LABUHANBATU, GemantaraNews

Penjaringan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serentak di Kabupaten Labuhanbatu, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, Brinton Sitinjak tuding proses penjaringan dalam hal cara penentuan peserta calon pemilih musyawarah tersebut terkesan tertutup.

Sehingga diduga bertolak belakang dengan perda yang seharusnya penuh dengan keterbukaan.
Keterangan tersebut dikemukakan Brinton Sitinjak salah satu peserta calon anggota BPD pada saat dikonfirmasi Gemantaranews. Ia menyatakan, ada beberapa hal yang menjadi landasan sehingga merasa proses penjaringan calon anggota BPD di Desa Selat Beting wilayah pemilihan 5 Dusun 04 dan 06 tidak terbuka, tegasnya.

“Bahwa Panitia penjaringan calon anggota BPD diduga terkesan tertutup dalam penetuan calon peserta pemilih musyawarah, sehingga diduga terkesan adanya keberpihakan terhadap paslon Rival tandingan, tandasnya kepada Gemantaranews.

Sehingga diduga juga tidak sesuai dengan amanat Permendagri No.110 Tahun 2016 tentang pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Perda No.4 Tahun 2019 tentang Badan Permusyawaratan Desa”, paparnya.

Selain itu, menurut Brinton, salah satu calon peserta penjaringan anggota (BPD) didesa tersebut mengatakan, tidak mengetahui secara jelas bagaimana cara proses dalam penentuan atau penetapan calon anggota pemilih musyawarah yang di tentukan oleh panitia penjaringan, ungkap Brinton.

Apakah para peserta calon anggota (BPD) tidak perlu menyerahkan nama pendukung atau tanda tangan calon pendukung peserta musyawarah, Apa memang tidak perlu dilakukan pengumpulan tanda tangan pendukung masing-masing dan KTP (kartu tanda pengenal) calon pendukung peserta musyawarah agar calon peserta anggota BPD dapat mengerti dengan jelas, tegasnya.

Sehingga dirinyapun beranggapan menduga bahwa tahapan yang dilakukan oleh kepanitiaan pemilihan BPD dari awal penentuan calon peserta musyawarah hingga saat ini diduga tidak dilakukan sesuai mekanisme sebab terkesan dilakukan tidak secara terbuka pada publik, papar pemuda asal Desa Selat Beting tersebut secara tegas pada Gemantaranews.

Bahkan Brinton juga mengaku sudah berupaya mencari keadilan dengan menemui Kepala Desa, Ketua Panitia secara langsung dan Kepala Dusun untuk mendapatkan lnformasi secara utuh namun dari hasil kesemuanya terkesan responnya seperti saling lempar dan tanggapannya dinilai ambigu.

Akhirnya Brinton Sitinjak mengambil keputusan tidak hadir saat pemilihan di hari Jum’at (20/12/2019) Pukul 13.00 WIB, Sebab keberatanya tidak menghasilkan solusi. Pihak Panitia disinyair juga tidak melakukan proses Demokrasi yang baik sesuai dengan amanah dalam Perda Labuhanbatu, ucapnya menutup dengan kesedihan.

Sementara itu Doyok selaku Kepala Desa Selat Beting saat dikonfirmasi melalui WhatsaPP’nya juga tidak membalas pesan konfirmasi yang dilakukan Gemantaranews kamis (19/12/2019) sekitar Pukul 20.00 WIB. Lalu awak media mencoba kembali lakukan konfirmasi melalui via seluler Jum’at (20/12/2019) sekitar pukul 10.00 WIB mempertayakan hal kejangalan proses tersebut. Dalam sambungan via seluler tersebut ia mengatakan, proses penjaringan calon anggota BPD sudah diserahkan kepada panitia pelaksana dan saya yakin pihak panitia akan lakukan sesuai peraturan serta memberikan lnformasi yang jelas dalam setiap Rapat musyawarah, tegasnya.

Dilain tempat Ali Aman Dalimunthe selaku Ketua Panitia penjaringan calon anggota (BPD) Desa Selat Beting saat dikonfirmasi melalui WhatApp’nya tidak membalas pesan konfirmasi yang dilakukan Gemantaranews, pesan terbaca namun tidak ada jawaban. Ketika dicoba dihubungi melalui via seluler juga tidak dapat dihubungi, sehingga diduga ketua panitia tidak mencerminkan sikap baik sebagai seorang ketua Panitia yang harusnya memiliki rasa tanggung jawab yang baik serta keterbukaan lnformasi, apalagi ketika seorang jurnalis mengkonfirmasi atas adanya dugaan proses Demokrasi yang tercederai.

Terpisah Andi Rahman Kepala Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara saat dikonfirmasi Gemantaranews melalui via seluler, dan bertanya untuk mencari lnformasi sebagai pembanding mengatakan, pemilihan panitia hingga penjaringan calon peserta anggota BPD di Desanya berjalan dengan sukses sebab dilakukan segala proses penjaringan secara terbuka dan untuk nama peserta pemilih musyawarah yang dituangkan dalam hasil rapat melalui proses pemilihan dari jumlah dukungan masing-masing calon peserta penjaringan anggota (BPD).

Lalu diambil dari beberapa tokoh yang ada secara merata tiap Dusun dan kemudian data lengkap nama-nama peserta musyawarah yang akan memilih calon peserta penjaringan anggota BPD diberikan tiap lembarnya kepada calon anggota, dalam hal untuk penentuan peserta musyawarah melalui jumlah DPT (daftar pemilih tetap) 10%, ucapnya menutup pembicaraan melalui via seluler 21/12/2019.
(sum.brinton/ed. Agus ch.biro sumut)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top