BANYAK WARGA PENERIMA BANTUAN TIDAK PAKEK MASKER DAN  CUEK DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

BANYAK WARGA PENERIMA BANTUAN TIDAK PAKEK MASKER DAN CUEK DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

Headline 0 Comment 12

BANYUWANGI, GemantaraNews

Masyarakat dari 7 Desa yang mendapat bantuan tunai dari Bank Jatim datang berbondong – bondong di halaman kantor Kecamatan Cluring, mereka mengantri untuk mendapatkan jatah bantuan dari program pemerintah. Senin (13/07/2020).

Warga yang datang kebanyakan tidak mematuhi saran Pemerintah yaitu tidak memakai masker dan tidak merenggakan jarak juga banyak yang tidak mencuci tangan.

Mengetahui hal tersebut ketua gugus covid – 19 Kecamatan Cluring Ibu Tatik (Kepala Puskesmas) yang merasa tidak menerima pemberitahuan kegiatan tersebut menyayangkan. “Saya baru tau saat lewat depan kantor kecamatan Cluring, dihalaman kecamatan banyak orang “Terangnya.

“Harusnya warga yang datang sebelum masuk area halaman kecamatan harus memakai masker dan mencuci tangan baru boleh masuk.” Tambahnya.

Sementara, Camat Cluring Bayu Yopi Irawan saat menjelaskan melalui pesan singkat sangat menyayangkan ulah warga yang datang tanpa memakai masker. “Warganya yang bandel padahal mereka sudah diberi tahu tapi masih saja tidak mengindahkan.” Ucapnya. Tetapi ada beberapa warga yg kita konfirmasi terkaid protokol kesehatan bilang, tempat cuci tangan aja tdk ada ,serta banyak warga yg datang bawa air minum sendiri, bahkan kita datang sejak jam 5 sore tadi mas, jelentrehnya, sambil senyum kecut. Kegiatan tersebut adalah pembagian bantuan langsung tunai terdampak wabah virus Corona (Covid-19) oleh penyalur yaitu Bank Jatim yang diselenggarakan di pendopo Kecamatan Cluring.

Pelaksanaan dilakukan dua hari dari sekarang. Hari ini dilaksanakan mulai jam 08.00 sampai selesai, warga yang datang dari 7 Desa di kecamatan Cluring.(puji)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top