BANTUAN PKH DIDUGA DISUNAT PIHAK PENDAMPING DAN BANTUAN BPNT DIDUGA DIPUNGLI PERANGKAT DESA DI KABUPATEN GARUT

BANTUAN PKH DIDUGA DISUNAT PIHAK PENDAMPING DAN BANTUAN BPNT DIDUGA DIPUNGLI PERANGKAT DESA DI KABUPATEN GARUT

Kriminal 0 Comment 1006

KAB. GARUT, GemantaraNews

Pemotongan terhadap bantuan dari Pemerintah seperti BLT, BST, BPMT, PKH dan yang lainnya, saat ini masih saja terjadi yang dilakukan oleh oknum perangkat Desa yang sudah sistemik.

Kejadiannya di Desa Panyindangan, Kecamatan Pakenjeng-Garut Selatan, Kab. Garut.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat.

Bantuan BPNT senilai Rp.200 rb (Berbentuk barang) untuk setiap penerima manfaat, yang disinyalir terjadi “PENYUNATAN” pada setiap bantuan berbentuk sembako yang nilainya kurang dari Rp.200 rb. yakni hanya senilai Rp.164.rb (berbentuk sembako) berarti terjadi PENYUNATAN Rp.36 rb, pada setiap penerima manfaat. Dan kemungkin diduga terjadi di Desa lainnya yang berada di Garut Selatan- Kab.Garut.

Sementara untuk Bantuan PKH dengan pendamping PKH-nya “Her” yang nilainya bervariasi dari mulai yang mendapat Rp.500 rb, 200 rb, 750 rb, hingga yang mendapat Rp.1.450 rb, (bergantung pada banyaknya anak pada dari penerima bantuan PKH tersebut), Diduga terjadi “PUNGLI” terhadap bantuan tersebut, Dugaan Pungli terhadap penerima manfaat PKH tersebut paling minim tersebut Rp.50.rb.

Hal ini diungkapkan oleh beberapa orang penerima bantuan PKH dan BPNT di Desa Panyindangan, Kecamatan Pakenjeng Garut Selatan-Kab. Garut, Seperti salah satunya warga penerima manfaat yang mengatakan kepada awak media GemantaraNews.

Menilik apa yang terjadi di Garut Selatan itu dapat diduga mungkin itu terjadi bukan hanya pada salah satu Desa saja diduga terjadi di Desa lainnya, hal itu pun diduga terjadi pada sebelum Pandemi covid-19 saat ini.

Mengenai yang terjadi pada hal tersebut, itu sangat identik dengan sebuah penyelewengan Dana bantuan Pemerintah (Negara), entah itu berbentuk barang berupa Sembako atau pun dalam bentuk Uang.

Disini pihak berwenang baik itu pihak Kejaksaan dan Polri harus menindak tegas oknum-oknum siapa saja yang telah melakukan perbuatan tersebut, baik itu Camat, Sekcam, Kades, Sekdes, juga perangkatnya yang ada tidak terkecuali RT, RW nya, yang mustahil tidak mengetahuinya, kalaupun mengelak dan beralibi dengan suatu alasan tetap saja harus mempertanggung jawabkan secara hukum.

Disini ketegasan harus dilakukan pihak berwenang kepada oknum yang melakukan hal tersebut, tidak perlu sungkan, Masih banyak diluar sana yang mengantri untuk menjadi Camat, Kades, serta perangkatnya. Di dasari RT, RW. Dari salah seorang warga mengatakan kepada awak media GemantaraNews, Bahwa ada salah seorang RT yang berkoar Bak seorang yang KEBAL HUKUM mengenai bantuan yang diduga telah di Sunat, di Pungli “Sok lah kalau ada apa-apa Saya akan turun”.imbuhnya.

Dengan kejadian tersebut sepertinya tidak mengindahkan apa yang menjadi komitmen Pemerintah melalui lnstitusinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bahwa Menyelewengkan Dana Bantuan Dari Pemerintah Apapun Jenis Bantuan Tersebut, Apalagi Dana Covid-19, Ancamannya Hukuman Mati”.

Begitupun himbauan dari Polri, Kejaksaan dan Saber Pungli Apabila ada tercium adanya Penyelewengan Terhadap Dana bantuan dari Pemerintah harus segera di Laporkan.(Biro garut)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top