BANJIR TERJANG PEMUKIMAN WARGA MATANGKULI DAN TANAH LUAS:BPBD EVAKUASI WARGA

BANJIR TERJANG PEMUKIMAN WARGA MATANGKULI DAN TANAH LUAS:BPBD EVAKUASI WARGA

Peristiwa 0 Comment 58

LHOKSUKON, GemantaraNews

Akibat Hujan deras yang melanda sebagian Kabupaten Aceh Utara dan Bener meriah dalam dua hari ini. mengakibatkan Sungai Krueng Keruto dan Sungai Krueng Pirak meluap Pada hari Selasa 12 November 2019 pukul 15:50 wib air mulai memasuki sejumlah gampong Daerah Aliran Sungai (DAS) Dampak Material Masih dalam pendataan Korban harta bendan dan jiwa dampak banjir masih nihil.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)Kabupaten aceh utara Amir Hamzah mengatakan,upaya yang dilakukan
Tim SAR dan Rescue turun kelokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak di Gampong Lawang dan sekitarnya dengan menggunakan dua unit speed boat.
Kalaksa BPBD meminta melalui Pak Camat /Muspika dan perangkat Gampong setempat dapat melapor secara kontinu perkembangannya dan menghimbau warganya tetap waspada dan siaga dalam mengatasi bencana banjir.ungkap nya.

Hasil pantauan dilokasi Hingga saat ini ketinggian air rata-rata berpariasi antara 50 – 100 cm. masyarakat untuk sementara masih bertahan dirumah masing-masing.
Sumbet informasi yang diterima media ini dari
PUSDALOPS PB BPBD Kota Aceh Aceh Utara.
Selain itu Ribuan masyarakat tiga desa yaitu keureutoe,tring pantang dan laga baro kecamatan lapang dan lhoksukon siap siaga ancaman banjir kiriman yang akan menerjang desa mereka dengan cara persiapan pemindahan barang dan kebutuhan lain nya.
Menurut Keusyik gampong keureuto kecamatan lapang Maulidin mengatakan,pada saat luapan banjir melanda matang kuli dan lhoksukon,maka pihak nya langsung menghimbau warga nya untuk siap siap mengungsi ketempat yang aman, karna menurut dia 3 desa di kecamatan lapang dan lhoksukon termasuk daerah rawan bencana alam tersebut, ungkap nya.
“desa kereutou, desa laga baro dan tring pantang termasuk desa rawan banjir kiriman,pada tahun sebelum nya, warga desa kami mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, karna desa kami mayoritas areal persawahan dan tambak”jelas nya.

Ia menambahkan,menyangkut kerugiaan akibat imbas banjir luapan air krueng(sungai) keuretou pemerintah hanya melakukan pendataan saja dan tidak pernah ganti rugi,paling masyarakat hanya menerima bantuan masa tanggap darurat saja,jelas nya.(Hamdani)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top