Apresiasi Polda Metro Jaya, Kapolri : Negara Tidak Boleh Kalah dengan Preman

Apresiasi Polda Metro Jaya, Kapolri : Negara Tidak Boleh Kalah dengan Preman

TNI / Polri 0 Comment 33

JAKARTA, GemantaraNews

Jajaran Polda Metro Jaya yang telah menangkap John Kei dkk atas kasus penyerangan di Jakarta Barat dan Kota Tangerang.

Kapolri menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme.

“Kuncinya adalah negara tidak boleh kalah dengan preman,” kata Idham melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

Jenderal bintang empat ini menekankan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan ataupun premanisme. Mantan Kapolda Metro Jaya ini meminta agar kasus ini diusut tuntas hingga ke meja hijau.

“Kita proses dan kawal hingga ke persidangan nanti,” imbuh mantan Kadensus 88 Antiteror Mabes Polri ini.

Seperti diberitakan, John Kei dkk ditangkap atas dugaan penyerangan di Perumahan Green Lake City, Tangerang, dan pembacokan di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Total ada 30 orang yang ditangkap polisi di markas John Kei di Medan Satria, Kota Bekasi, pada Minggu (21/6) malam.

Penyerangan ini dipicu persoalan pribadi antara John Kei dan Nus Kei, yang masih memiliki hubungan keluarga. John Kei merasa dikhianati karena pembagian uang penjualan tanah tidak merata.

Polisi menyebut John Kei telah merencanakan untuk membunuh Nus Kei. Hal ini dibuktikan dengan adanya pesan yang dikirim kepada kelompok John Kei.

“Dari hasil lidik (penyelidikan) dan keterangan saksi, kemudian melakukan penangkapan pada hari Minggu pukul 20.15 WIB di Kota Bekasi di mana melakukan penangkapan terhadap 25 orang, di mana penggerebekan atau penangkapan dilakukan di markas kelompok John Kei,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020).( humas polri)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top