APBD KABUPATEN BOGOR 2020 HARUS MAKSIMAL DIREALISASIKAN

APBD KABUPATEN BOGOR 2020 HARUS MAKSIMAL DIREALISASIKAN

Pemerintahan 0 Comment 23

KAB. BOGOR, GemantaraNews

Saat media Gemantaranews.com mendapatkan kesempatan bersilaturahmi dengan Aktivis Sosial Politik Kabupaten Bogor, Susilo Utomo di sekitaran Cibinong, Senin, 2 Desember 2019, langsung kami tanyakan pandangannya terkait ketuk palu APBD Kabupaten Bogor 2020, seakan gayung bersambut, Susilo langsung menyatakan,

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor sudah di sepakati antara Eksekutif dan Legislatif pada hari Jum’at, 29 November 2019 sebesar 7,1 Triliyun dihadapan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang dihadiri para anggota DPRD, Unsur Pimpinan DPRD, Eksekutif Kabupaten Bogor dan tamu undangan dari berbagai element yang diundang untuk menyaksikan jalannya sidang paripurna penetapan APBD Kabupaten Bogor 2020.
Harapan masyarakat semua tertumpu pada kualitas penggunaan anggaran yang ada, jangan sampai anggaran sebesar itu hanya menjadi sebuah bancakan orang-orang yang tidak memiliki moral sehingga kebermanfaatan penggunaan anggaran tersebut tidak maksimal dirasakan oleh masyarakat.

Anggaran tersebut harus benar-benar digunakan untuk melakukan pembenahan di segala aspek kehidupan masyarakat, baik Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Pemberdayaan masyarakat, Menggenjot investasi sehingga melahirkan lapangan-lapangan kerja baru dan mengentaskan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat.

PR besar menghadang PemKab Bogor hari ini, masih banyak sekali pekerjaan yang selama ini masih tertunda bahkan belum dikerjakan sama sekali sehingga banyak sekali keluhan dari masyarakat, PANCAKARSA sebagai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor masih harus dikritisi dari sisi pengaplikasiannya di lapangan, konsep baik dan mulia hanya menjadi sebuah wacana dan janji palsu ketika tahapan penerapan dilapangannya masih dirasakan minim manfaatnya oleh masyarakat, strategi dan konsep penerapannya harus segera di evaluasi dari segala sisi agar sisa masa bakti yang tersedia bisa mengejar realisasinya.

Revitalisasi dan perbaikan management keuangan BUMD pun harus terus menjadi perhatian, karena Penyertaan Modal besar dari uang rakyat yang bersumber dari APBD harus tepat sasaran menjadikan tambahan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor, yang kita tahu permasalahan BUMD Kabupaten Bogor sangat pelik, PT. PPE dengan segala permasalahan internalnya akhirnya menyeret kerugian besar pada APBD, ini harus dituntaskan dulu sebelum adanya Seleksi Dirut baru, karena permasalahan-permasalahan hukum terkait kerugian APBD harus tetap di dorong untuk diusut tuntas oleh para penegak hukum, atau ketika memang hasil Audit keuangan PPE sudah ada hasilnya kenapa tidak kita mendorong keterlibatan KPK dalam masalah ini.

Belum lagi mangkraknya proyek hotel PT. Sayaga Wisata yang juga dananya bersumber dari Penyertaan Modal APBD sangat menyakiti hati masyarakat, dana sebesar 67M yang sudah dikucurkan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui mekanisme penyertaan modal tahap kedua pada November 2018 pun serasa sia-sia jika melihat kenyataan lapangan sampai hari ini.

BUMD Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah Tegar Beriman yang seharusnya menjadi solusi pembiayaan masyarakat, sampe hari ini pun belum maksimal kontribusinya bagi masyarakat, malah beberapa hari ini pemberitaan media memperlihatkan banyaknya masyarakat yang terjebak pola rentenir dan pinjaman online.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto saat ditemui di Kantor DPRD mengatakan, “kami sudah teliti dan maksimal memberikan porsi anggaran ke Eksekutif, pembahasan terkadang alot terkait beberapa anggaran yang kami minta untuk di pangkas dan dialihkan ke program-program lain yang lebih prioritas sesuai harapan masyarakat, dan inilah hasil maksimal yang dapat dilakukan oleh DPRD, kami sudah mempelajari mekanisme anggaran sampai ke 3 tahun belakang agar kami bisa teliti dalam menentukan nilai anggaran agar jangan lagi terjadi anggarannya ada tapi kegiatannya tidak ada alias anggaran formalitas atau siluman.”

Rudy juga sangat berharap, DPRD Kabupaten Bogor selalu konsisten menjalankan fungsi pengawasannya, dia juga sangat mengharapkan dukungan peran serta masyarakat dalam menyampaikan informasi-informasi terkait penggunaan anggaran agar semua berjalan efektif, “ini bukan persoalan suka atau tidak suka, tapi saya sangat yakin jika Anggaran ini dipergunakan efektif dan tepat sasaran, maka masyarakat sedikit banyak akan mulai merasakan perubahan yang berarti walaupun belum semua harapan bisa terealisasi karena terbatasnya nilai anggaran”. Pungkas Rudy.

Sekali lagi sebagai masyarakat biasa, kita semua hanya bisa menaruh harapan kepada para pemangku kepentingan agar bijak dalam penggunaan anggaran, masyarakat Kabupaten Bogor sudah terlalu lelah menunggu terealisasinya cita-cita mulia menjadikan Kabupaten Bogor termaju di Indonesia dan sejahtera masyaraktnya. Selamat bekerja Pemerintah Kabupaten Bogor.
(IS / S / biro bogor)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top