AKTIVIS BANYUWANGI ANGKAT BICARA TERKAID RAPID TEST DI WILAYAHNYA

AKTIVIS BANYUWANGI ANGKAT BICARA TERKAID RAPID TEST DI WILAYAHNYA

Berita Daerah 0 Comment 68

BANYUWANGI, GemantaraNews

Ir. Eko Sukartono selaku salah satu aktivis yang ada di Bumi Blambangan angkat bicara terkait pernyataan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi mengenai kewajiban menunjukan hasil Rapid Test bagi para pengunjung tempat hiburan.

Menurutnya, jika pengunjung maupun para pemandu lagu diwajibkan harus menunjukan hasil Rapid Test, maka hal itu seharusnya berlaku juga kepada seluruh usaha yang ada di Banyuwangi.

“Sesuai sila ke 5 yang menyebutkan ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia’ maka jika ingin menerapkan aturan dalam menghadapi fase New Normal Pandemi corona atau covid-19, maka seharusnya berlaku kepada semuanya.

“Seperti pengunjung pasar modern (mall), tempat wisata, pengunjung hotel, dan seluruh karyawan perusahaan-perusahaan yang ada di Banyuwangi juga harus menunjukan hasil Rapid Test, jika memang harus diterapkan, jangan hanya terfokus pada tempat hiburan,” ungkapnya, selasa (16/6/2020).

Lebih lanjut, pria yang juga selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) REJOWANGI itu berharap pemerintah pusat ataupun daerah memfasilitasi atas kebijakan yang akan diambil. Seperti sopir yang tiga hari sekali ke Bali,dan pedagang serta penjual kacang itu juga di Rapid Test. Karena di Bali akan ditolak kalau tidak menunjukan hasil Rapid Test.

“Jika memang harus menunjukan Rapid Test maka pemerintah seharusnya memfasilitasi secara gratis, kan ini berkaitan dengan bencana nasional bahkan internasional.

“Jangan sampai menerapkan aturan, tapi tidak memberikan fasilitas secara gratis. Itu malah akan membebani masyarakat, karena biaya untuk Rapid Test cukup mahal,” lanjut Eko.
PT PELINDO yang di Ketapang aja mengagadakan Rapid Tetsnya gratis….
Selain itu, Eko pun meminta adanya kejelasan aturan dalam membuat kebijakan. “Harus ada kejelasan aturan hasil Rapid Test dapat berlaku berkali-kali atau hanya berlaku 1 kali berkunjung. Karena kita kan tidak tahu sekarang non reaktif belum tentu besoknya jika di test lagi hasilnya menjadi sama,” kata Eko yang juga selaku salah satu pengurus Paguyuban Pengusaha Hiburan Banyuwangi (P2HB).

Sekedar diketahui, dalam salah satu pemberitaan media online, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menyampaikan, pengunjung tempat hiburan wajib menunjukan hasil rapid test.

Selain itu Rio juga mengungkapkan tempat hiburan layak buka kembali dan wajib mematuhi aturan sesuai protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah.

Dan tempat usaha itu juga wajib dipasangi stiker. Hal tersebut merupakan bentuk kelayakan beroperasi atau lolos verifikasi dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi.(Puji)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top