AKSI DAMAI ANTI-KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN

AKSI DAMAI ANTI-KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN

Peristiwa 0 Comment 53

LHOKSEUMAWE ACEH, GemantaraNews

Lintas organisasi profesi wartawan di wilayah Pase (Lhokseumawe dan Aceh Utara) menggelar aksi damai di depan Taman Riyadhah Kota Lhokseumawe, Rabu, 15 Januari 2020.

Aksi tersebut terkait peristiwa pengancaman dialami Aidil Firmansyah, wartawan tabloid Modus Aceh dan modusaceh.co di Aceh Barat, Minggu, 5 Januari 2020 dini hari. Aidil diancam bunuh diduga menggunakan senjata api oleh Akrim, Direktur PT Tuah Akfi Utama karena berita terkait perusahaan itu yang tayang di modusaceh.co beberapa jam sebelum pengancaman.

Kasus pengancaman ini sedang ditangani oleh penyidik Polres Aceh Barat setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi juga sudah menahan tersangka. Namun, penyidik hanya menjerat tersangka dengan Pasal 335 KUHPidana tentang perbuatan tidak menyenangkan. Tersangka tidak dijerat dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Padahal, pengancaman itu terjadi terkait pemberitaan yang tayang di modusaceh.co.
Dalam menjalankan profesinya wartawan dilindungi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berlaku khusus. Mengancam bunuh wartawan merupakan tindakan membungkam kemerdekaan pers sebagaimana diatur pada Pasal 4 UU Pers, dan bagian dari upaya menghalang-halangi tugas jurnalistik seperti diatur pada Pasal 18 ayat (1).
Oleh karena itu, penyidik Polres Aceh Barat wajib menjerat tersangka dengan UU Pers yang berlaku khusus, di-juncto-kan dengan KUHPidana. Selain itu, karena UU khusus dapat mengenyampingkan UU umum (KUHP), maka penanganan perkara ini harus dilakukan bidang pidana khusus (pidsus), bukan pidana umum (Pidum).

Dalam aksi tersebut, para wartawan tergabung dalam IJTI, AJI, PWI dan PWA juga meminta kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia di Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Selasa, 30 Juli 2019, pukul 01.30 WIB dini hari.

Terkait dua kasus tersebut (pengancaman dialami Aidil Firmansyah, wartawan tabloid Modus Aceh dan modusaceh.com dan pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia), kami dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Aceh, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe, dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA) menyatakan sikap:

1. Meminta Kapolri dan Kapolda Aceh untuk mengawal penyidikan kasus pengancaman dialami Aidil Firmansyah, wartawan Modus Aceh dan modusaceh.co;

2. Meminta Kapolda Aceh memerintahkan penyidik Polres Aceh Barat agar menjerat tersangka kasus ini dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, karena pengancaman tersebut berkaitan dengan pemberitaan;

3. Meminta Kapolda Aceh memerintahkan penyidik Polres Aceh Barat mengalihkan penanganan kasus ini, dari pidana umum ke bidang pidana khusus, sesuai UU Pers yang berlaku khusus;

4. Meminta Kapolda Aceh agar penyidik Polda Aceh mengambil alih penangan kasus ini apabila penyidik Polres Aceh Barat tidak menjerat tersangka dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers;

5. Meminta kejaksaan untuk tidak menerima berkas perkara ini dari kepolisian apabila penyidik tidak menjerat tersangka dengan UU Pers;

6. Meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, dan segera menangkap pelaku/tersangkanya;

7. Meminta semua pihak untuk menghormati kerja-kerja wartawan, dan menempuh cara-cara sebagaimana diatur dalam UU Pers apabila merasa dirugikan atas pemberitaan media massa,ungkap.
Ketua IJTI Pengda Aceh, Munir Noer
Ketua AJI Kota Lhokseumawe, Agustiar
Ketua PWI Aceh Utara, Sayuti Achmad
Ketua Umum DPP PWA, Maimun Asnawi
Koordinator Aksi, Armia Jamil.(hamdani)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top